Korea Utara Luncurkkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela

suara.com
1 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pada Minggu (4/1/2026), Korea Utara meluncurkan rudal balistik ke perairan Laut Timur, dikonfirmasi Seoul dan Tokyo.
  • Aktivitas ini menyusul instruksi Kim Jong-un untuk menggandakan produksi senjata pemandu taktis strategis.
  • Uji coba rudal diduga terkait dengan reaksi terhadap penangkapan Presiden Venezuela serta isu kapal selam nuklir Korsel.

Suara.com - Situasi keamanan global kembali bergejolak di awal tahun 2026. Militer Korea Utara dilaporkan baru saja meluncurkan rudal balistik ke arah perairan di lepas pantai timur mereka.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi kabar tersebut pada Minggu (4/1/2026). "Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik yang belum teridentifikasi ke arah Laut Timur," tulis pernyataan resmi militer Seoul.

Senada dengan itu, Kementerian Pertahanan Jepang juga mendeteksi adanya aktivitas peluncuran yang diduga kuat merupakan uji coba rudal balistik.

Peluncuran rudal ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un, baru saja melakukan kunjungan kerja ke pabrik amunisi besar.

Dalam kunjungan tersebut, Kim secara tegas menginstruksikan agar produksi senjata pemandu taktis ditingkatkan hingga lebih dari dua kali lipat.

Selama beberapa pekan terakhir, Kim Jong-un memang terpantau sangat aktif mengunjungi berbagai fasilitas militer, mulai dari pabrik senjata hingga kapal selam bertenaga nuklir.

Rentetan inspeksi ini dilakukan sebagai persiapan menjelang Kongres Sembilan Partai Buruh yang akan datang, di mana kebijakan besar negara akan ditetapkan.

Menariknya, aktivitas militer Pyongyang ini meningkat pesat tepat setelah Amerika Serikat melakukan serangan militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Selain itu, pada akhir 2025 lalu, Korea Utara juga sempat bereaksi keras setelah Donald Trump memberikan lampu hijau bagi Korea Selatan untuk membangun kapal selam nuklir sendiri.

Baca Juga: Kenapa AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro? Ini Penjelasannya

Para analis meyakini bahwa intensitas uji coba rudal Korea Utara bertujuan untuk beberapa hal strategis:

Meningkatkan Presisi: Memperkuat akurasi serangan jarak jauh mereka untuk menantang pertahanan AS dan Korea Selatan.

Uji Coba Ekspor: Melakukan pengetesan senjata sebelum kemungkinan besar diekspor ke Rusia, mengingat Kim Jong-un baru saja memuji "aliansi tak terkalahkan" antara Korut dan Rusia dalam pesan tahun barunya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Montella Optimistis Antar Turki Lolos ke Piala Dunia 2026 Setelah Penantian 24 Tahun
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Libur Nataru Usai, 196 Ribu Kendaraan Diproyeksi Kembali ke Jabotabek Hari Ini
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Semarang Siagakan 220 Pompa dan Benahi Infrastruktur Banjir
• 3 jam lalupantau.com
thumb
WIKA Digugat PKPU oleh Vendor Proyek, Akui Belum Bayar Sisa Tagihan Rp794 Juta
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Dedi Mulyadi Disebut Artis YouTube yang Jadi Gubernur oleh Pandji Pragiwaksono, sang Komika Diminta Berkunjung ke Jabar
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.