Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Kabupaten Agam
Suasana ceria tampak di lokasi pengungsian di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Nampak, sejumlah anak terlihat tertawa saat mencoba wahana permainan yang disiapkan personel Korps Brimob Polri.
Di tengah keterbatasan pascabencana, aktivitas ini menjadi ruang pemulihan bagi anak-anak yang terdampak secara psikologis.
Kegiatan trauma healing tersebut dilaksanakan oleh personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri yang tergabung dalam BKO Operasi Aman Nusa II. Sebanyak 50 personel dikerahkan untuk mendampingi anak-anak melalui pendekatan bermain dan interaksi langsung.
Peralatan SAR yang dibawa personel Brimob dimanfaatkan secara kreatif dengan menghadirkan wahana flying fox mini.
Permainan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kembali rasa aman dan keberanian anak-anak setelah mengalami peristiwa bencana.
Komandan kegiatan, Iptu Herman Agustinus Marini, mengatakan pemulihan kondisi mental anak tidak kalah penting dibandingkan penanganan fisik di lapangan.
“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan mengalami trauma. Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka kembali merasa aman, bisa tersenyum, dan perlahan melupakan ketakutan akibat bencana,” kata Iptu Herman kutip Minggu, 4 Januari 2026.
Menurutnya, kehadiran Brimob di wilayah terdampak tidak hanya difokuskan pada evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga pendampingan sosial agar masyarakat dapat bangkit secara menyeluruh.
Kegiatan trauma healing ini menjadi bagian dari rangkaian upaya kemanusiaan Polri di Sumatera Barat.
Selain membantu pemulihan psikologis anak-anak, kehadiran personel Brimob diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus mendorong proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam agar pada 2026 mendatang, kehidupan warga dapat kembali berjalan normal.
Editor: Redaktur TVRINews


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462345/original/058502000_1767544921-1000735543.jpg)

