AS Klaim Tangkap Nicolas Maduro, Seberapa Kuat Sebenarnya Militer Venezuela?

liputan6.com
2 hari lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Klaim Amerika Serikat bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap memicu pertanyaan  besar, seberapa kuat kekuatan militer Venezuela (FANB) untuk menangkis ancaman eksternal atau mempertahankan rezimnya? 

Venezuela memiliki struktur militer yang lengkap, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Garda Nasional, dan Milisi Bolivarian. Angka pasti bervariasi menurut sumber, tetapi estimasi umum menunjukkan FANB memiliki sekitar 100.000–125.000 personel aktif, ditopang oleh ratusan ribu anggota milisi paramiliter yang dapat dikerahkan untuk pertahanan internal. Selain itu rezim Maduro mengklaim rekrutmen milisi dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi pertahanan rakyat.

Advertisement

BACA JUGA: Presiden Maduro Digulingkan, Warga Venezuela Murka Bakar Bendera AS!

Dikutip dari Global Firepower, dalam dua dekade terakhir Caracas mengakuisisi persenjataan berat, terutama dari Rusia, termasuk jet tempur Sukhoi Su-30, sistem pertahanan udara jarak jauh S-300 (varian S-300VM dilaporkan), dan sistem menengah seperti Buk-M2 serta sistem jarak pendek seperti Pantsir. Kombinasi ini memberi Venezuela kemampuan pertahanan udara yang relatif kuat di kawasan Amerika Latin dan menjadi elemen penentu bila terjadi konfrontasi udara.  

Namun, catatan pemeliharaan dan ketersediaan operasional tetap menjadi soal krusial. Dukungan Rusia, dan tantangan operasional

Sementara dikutip dari Business Insider, dalam beberapa tahun terakhir Moskow dipercaya menyediakan peralatan dan dukungan teknis ke Caracas; laporan terbaru menyebut adanya pengiriman sistem pertahanan udara tambahan seperti Pantsir-S1 dan Buk-M2E. 

Meski demikian, pengoperasian sistem-sistem canggih memerlukan suku cadang, pelatihan, dan logistik area yang terdampak oleh tekanan ekonomi Venezuela dan sanksi internasional, sehingga kemampuan tempur “di atas kertas” mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kesiapan tempur riil. 

Maduro mengandalkan bukan hanya alat utama sistem persenjataan, melainkan juga mobilisasi milisi sipil (Bolivarian Militia) sebagai komponen pertahanan dan alat penegakan internal.

Angka yang diklaim rezim dalam beberapa kesempatan sangat besar, jutaan anggota, meski analisis independen mempertanyakan efektivitas dan kesiapan tempur milisi tersebut. Dikutip dari Reuters,  strategi rezim cenderung menggabungkan kemampuan pertahanan udara, unsur pasukan khusus, serta taktik asimetris untuk meningkatkan biaya bagi intervensi eksternal.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapan Libur Panjang Isra Miraj 2026? Catat Tanggalnya Sesuai SKB 3 Menteri
• 3 jam laludisway.id
thumb
Menkum Sebut Pasal Perzinahan KUHP Direvisi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkumham Tegaskan Keadilan Restoratif Tak Berlaku untuk Kasus Korupsi dan Kekerasan Seksual
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Konflik Belum Usai, Kamboja Tuduh Thailand Caplok Desa Perbatasan
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Wisatawan Arab Saudi Tewas usai Jetski Terbalik Diterjang Ombak di Palabuhanratu
• 16 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.