Pantau - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa AS kini menguasai masa depan Venezuela dan akan menentukan arah pemerintahannya pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan CBS, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa ke luar negeri.
Hegseth menegaskan bahwa Washington akan “menetapkan syarat” atas apa yang akan terjadi selanjutnya di Venezuela.
Langkah lanjutan yang dirancang Gedung Putih mencakup penghentian aliran narkoba, penguasaan kembali sumber daya minyak Venezuela, serta pencegahan kehadiran negara asing di wilayah yang disebut sebagai “belahan bumi AS”.
Operasi Militer AS Picu Kontroversi GlobalDonald Trump menyampaikan pada Sabtu bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela.
Meski begitu, Trump tidak merinci dasar hukum dari operasi penangkapan tersebut.
Beberapa media melaporkan suara ledakan terdengar di Caracas dan mengklaim bahwa operasi dilakukan oleh pasukan elite Delta Force.
Namun hingga kini, otoritas AS belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rincian operasi militer tersebut.
Trump juga memublikasikan sebuah foto yang diklaim menunjukkan Maduro berada di atas kapal milik militer AS.
Keaslian dan konteks foto tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Pemerintah Venezuela menyatakan tidak mengetahui keberadaan Presiden Maduro dan menuntut bukti bahwa pemimpin mereka masih hidup.
Mereka menuding Washington telah melakukan tindakan agresi yang melanggar kedaulatan negara.
Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan akan membawa tindakan AS ini ke forum organisasi internasional.
Venezuela juga meminta diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Rusia Serukan Pembebasan Maduro dan Kecam Langkah ASRusia menyatakan solidaritas kepada rakyat Venezuela dan mengecam keras laporan penangkapan serta pemindahan paksa Maduro oleh Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut tindakan tersebut sebagai perkembangan yang sangat mengkhawatirkan dan meningkatkan potensi eskalasi di kawasan.
Rusia menilai langkah AS dapat memperburuk stabilitas politik dan keamanan di Amerika Latin.
Pemerintah Moskow menyerukan pembebasan Nicolas Maduro dan Cilia Flores, serta mendesak semua pihak untuk menahan diri agar situasi tidak semakin memburuk.


