Saksi Tepis Dakwaan Jaksa, Bantah Ada Kongkalikong Penyewaan Kapal dan Pengadaan Minyak Pertamina

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina terus berlanjut. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa 6 Januari, saksi menegaskan tidak pernah terjadi kongkalikong maupun pengaturan pengadaan kapal Olympic Luna maupun kapal milik PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) sebagaimana tertulis dalam dakwaan.

Dalam persidangan kali ini, salah satu saksi yang diperiksa adalah mantan Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS) Arief Sukmara.

Baca Juga :
Kemlu Terus Pantau Aset Minyak RI di Venezuela Usai Serangan AS
Pengacara Soroti Perubahan Dakwaan Kerry Riza, Awalnya Dituding Oplos BBM

Di hadapan majelis hakim, Arief Sukmara menjelaskan bahwa PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai customer dari PIS tidak memiliki wewenang dalam pengadaan kapal.

Hal ini juga ditegaskan oleh kuasa hukum mantan Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Yoki Fernandi, Elisabeth Tania. Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada satu pun saksi yang menyebut adanya kongkalikong yang dilakukan kliennya terkait kegiatan impor minyak mentah. 

"Enggak ada (yang membuktikan adanya kongkalikong)," kata Elisabeth. 

Dikatakan, obrolan kliennya dengan pihak swasta hanya sebatas ucapan selamat karena Yoki menjadi direktur utama PT Pertamina International Shipping (PIS). Obrolan tersebut sama sekali tidak menyinggung mengenai pengadaan impor minyak. 

"Ini kalau chat-chat yang diinfokan sama tadi saksi, ada chat-chat atau misalkan Pak Yoki dengan siapa, swasta, itu chat-nya hanya ucapan pada saat Pak Yoki pindah dari KPI ke PIS itu ada ucapkan selamat saja. Jadi enggak ada chat yang spesifik menunjukkan bahwa mengenai pengadaan," tegasnya. 

Elisabeth juga membantah adanya kebocoran mengenai nilai harga perkiraan sendiri (HPS) minyak mentah. Dikatakan, obrolan Yoki dengan jajaran di bawahnya terkait pembelian minyak tidak ada yang menyebutkan mengenai nilai HPS. 

"Kemudian kalau ada chat dengan fungsi-fungsi di bawahnya Pak Yoki mengenai pembelian minyak, itu tidak ada satu pun chat yang menyebutkan mengenai angka HPS," katanya.  

Sebelumnya disebutkan, Martin Haendra Nata selaku eks Senior Manager Trafigura melakukan komunikasi pribadi terkait HPS. Terkait hal tersebut, Elisabeth chat tersebut hanya menyebutkan nilai ekspektasi harga bukan HPS. "Di chat itu enggak ada yang menyebutkan angka HPS tersebut, adanya ekspektasi harga," tegasnya. 

Baca Juga :
Kerry Riza Tak Diberi Kesempatan Beri Keterangan ke Media, Kuasa Hukum Protes: Hak Terdakwa Dibatasi
1 Jasad Anak Pelatih Valencia Ditemukan Bareng Bodi Kapal KLM Putri Sakina
Pertamina Hulu Energi Temukan Sumber Migas Baru di South Mahakam Kaltim

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bayang-Bayang Biaya Kargo Kapal Laut Naik Saat Tensi Geopolitik Meningkat
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Belum Pastikan Kembangkan Kasus Ade Kuswara ke Eks Kajari Bekasi
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
DPR Soroti Potensi Delisting Saham BUMN, Restrukturisasi Dinilai Lebih Penting dari Sekadar Penyelamatan Harga Saham
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Sulit Ikuti Bacaan Bahasa Arab, Celine Evangelista Ungkap Perjuangan Belajar Salat
• 19 jam laluinsertlive.com
thumb
Anggota TNI Kawal Penggeledahan Kasus Korupsi Nikel Konawe Utara di Kemenhut
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.