Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Militer Amerika Serikat

bisnis.com
2 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan militer khusus Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Dia dituding sebagai dalang kejahatan narkoba.

Sebelum terjadi penangkapan, sejumlah pesawat terbang rendah dan disertai ledakan beberapa kali. Kejadian ini terjadi di Ibu Kota Venezuela, Caracas. 

Tampak api dan asap berkobar di Fuerte Tiuna, dekat Kementerian Angkatan Bersenjata, serta di pangkalan udara La Carlota. Ledakan juga dilaporkan terjadi di pelabuhan La Guaira dan fasilitas pasukan keamanan di sekitarnya.

Setelah itu, Nicolas Maduro dibawa oleh Delta Force mengunakan pesawat. Dari foto yang diunggah Presiden AS, Donald Trump, mata Nicolas Maduro ditutup dengan kacamata dan lapisan bewarna hitam.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Dilansir Britannica pada Minggu (4/1/2026), Nicolas Maduro lahir pada 23 November 1962 di Caracas. Sebelum menjadi presiden, dia merupakan pemimpin serikat pekerja dan anggota penting Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV). Hal ini dilatar belakangi oleh sang ayah yang juga aktif dalam gerakan buruh.

Pada 1999, maduro masuk menjadi anggota parlemen. Kemudian pada 2005 menjabat sebagai pimpinan legislatif itu hingga 2006. 

Baca Juga

  • Kemenlu Pastikan WNI di Venezuela Aman, Diimbau Tetap Waspada
  • Trump Sebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro Telah Dalam Perjalanan Menuju New York
  • Ekspor Minyak Venezuela Lumpuh Dampak Sanksi AS & Gejolak Politik

Sosoknya dikenal ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan diangkat menjadi wakil presiden pada 2012. 

Dia sempat menjabat sementara sebagai presiden setahun kemudian ketika Hugo Chavez, Presiden Venezuela meninggal dunia.

Pada tahun yang sama yakni 2013, Nicolas masuk dalam pemilihan khusus melawan Capriles. Dia menang dengan perolehan suara 51%, beda tipis dari lawannya 49%.

Dalam kepemimpinannya, Venezuela sempat diterpa masalah ekonomi berupa hiperinlfasi, pergerakan ekonomi stagnan, dan kelangkaan kebutuhan pokok. Dia juga pernah dituntut mundur oleh rakyatnya sebagai presiden, namun upaya tersebut gagal dilakukan.

Saat ini, dirinya sudah tiba di AS. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai dalang kejahatan narkotika.

Dilansir dari Bloomberg, dia dituding menjadi aktor penyelundupan kokain ke AS selama selama lebih dari 25 tahun dengan bantuan kartel dan teroris regional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Tetapkan Ricard Lie sebagai Tersangka, Pemeriksaan Dijadwalkan Besok
• 18 jam laludisway.id
thumb
Bahlil ungkap arahan Prabowo untuk sektor energi dan migas
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Bukan karena Performa! Begini Alasan Sebenarnya Arema FC Pinjamkan Muhammad Rafli Terungkap
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Retret Hambalang Jadi Momentum Evaluasi, Prabowo Tegaskan RI Mampu Atasi Bencana dan Gejolak Global
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Jenguk Siswa Korban Kecelakaan Mobil MBG, Wagub Jakarta Usul Weuren Kembali Dirawat Sampai Sembuh Total
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.