PVMBG: Pergerakan Magma Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Aktif

tvrinews.com
3 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Flores Timur

Aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan signifikan memasuki awal tahun 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan pergerakan magma masih berlangsung aktif dan status gunung tetap berada pada Level IV (Awas).

Berdasarkan laporan PVMBG, sejak 31 Desember 2025 tercatat 122 kali gempa vulkanik dalam kurun waktu pukul 00.00 hingga 18.00 WITA. Meningkatnya aktivitas kegempaan tersebut mendorong kenaikan status gunung dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Hasil pemantauan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera menunjukkan gunung tampak jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi kolom sekitar 50 hingga 100 meter dari puncak.

Data kegempaan periode 2–3 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WITA mencatat aktivitas yang masih tinggi, terdiri dari 97 gempa vulkanik dalam, 45 tremor non-harmonik, 1 gempa low frequency, 1 gempa tektonik lokal, serta 6 gempa tektonik jauh.

PVMBG menilai peningkatan gempa vulkanik dalam selama tiga hari terakhir mengindikasikan adanya tekanan magma yang masih tertahan di dalam saluran magma (conduit). Kondisi tersebut berpotensi memicu erupsi apabila tekanan terus meningkat. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat terjadi pada 18 Oktober 2025.

Meski demikian, berdasarkan citra drone pada 5 Desember 2025, belum teramati pembentukan kubah lava baru maupun aliran lava di area kawah. Hembusan asap putih tipis hingga sedang masih terpantau keluar dari kawah dan rekahan ke arah barat laut.

Pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter menunjukkan adanya akumulasi tekanan pada sumbu tangensial. Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih memperlihatkan pola inflasi pada dua stasiun pemantauan, yakni WLR (barat laut) dan NUR (timur laut), dalam dua minggu terakhir. Kondisi ini menandakan suplai magma masih berlangsung dan potensi erupsi tetap ada.

Dengan status Level IV (Awas), PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer, serta 7 kilometer sektoral ke arah barat laut dan timur laut dari pusat erupsi. Warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat hujan lebat di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Masyarakat terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan. Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan, tergantung arah sebarannya.

Selain itu, aktivitas erupsi yang berlangsung sejak 2023 telah berdampak pada sektor pendidikan. Tercatat 26 lembaga pendidikan berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) atau mengalami kerusakan akibat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki. Sekolah-sekolah tersebut direncanakan akan direlokasi ke kawasan Hunian Tetap (Huntap). Sementara 37 sekolah lain di luar KRB juga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap akibat paparan belerang.

PVMBG menegaskan pemantauan terus dilakukan secara intensif dan masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Belum Pastikan Kembangkan Kasus Ade Kuswara ke Eks Kajari Bekasi
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Sumitronomics 4.0: Dari Developmental State ke Adaptive State
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Satu Calon Pelatih Interim MU Dipastikan Tercoret, Kini Tersisa 2 Kandidat
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
AS Akhirnya Berhasil Sita Kapal Tanker Berbendera Rusia di Atlantik Utara
• 50 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kemnaker Imbau Masyarakat Waspadai Hoaks soal BSU 2026
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.