JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membangun sistem tata air bawah tanah (gorong-gorong) di kawasan Fatmawati–Jalan H Nawi Raya, Jakarta Selatan.
Proyek pembangunan gorong-gorong saluran air tersebut akan berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Akibat proyek tersebut, jalan yang terdampak pembangunan gorong-gorong yang menyempit menjadi satu lajur.
BACA JUGA:Ragunan Macet Parah, Jalanan Harsono RM Ditutup Sementara
Dampaknya, kemacetan berpotensi terjadi di kawasan tersebut selama pembangunan gorong-gorong saluran air.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengatakan, pengerjaan sistem tata air tersebut dijadwalkan berjalan selama 455 hari.
Pelaksanaannya telah dimulai sejak 15 September 2025 dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.
BACA JUGA:Antisipasi Macet Malam Tahun Baru, Sejumlah KA Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara
Ika berharap proyek ini dapat memperbaiki aliran air dan mengurangi risiko genangan di kawasan persimpangan Jalan H Nawi Raya dan ITC Fatmawati.
“Pekerjaan dilakukan secara bertahap karena menggunakan sistem pipe jacking atau pemasangan saluran bawah tanah, sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang,” kata Ika dalam keterangannya dikutip Minggu, 4 Januari 2026.
Proyek ini akan mengalihkan sebagian aliran air ke Kali Grogol yang selama ini bermuara ke Kali Krukut.
Pengalihan debit air dilakukan melalui saluran bawah tanah untuk mengurangi luapan air yang kerap menimbulkan genangan di kawasan Jalan H Nawi–ITC Fatmawati dan sekitarnya.
BACA JUGA:Pramono Tantang Gen Z Cari Solusi Macet dan Sampah, Pemenang Diajak ke Luar Negeri
Selama proses pembangunan hingga akhir 2026, pekerjaan akan dilakukan secara bertahap di sepanjang ruas Jalan Fatmawati Raya–Jalan H Nawi Raya–Jalan Margaguna.
“Total panjang saluran bawah tanah yang dibangun mencapai sekitar 1,4 kilometer dengan 12 titik pit sebagai lokasi pemasangan alat dan pipa,” tutur Ika.
- 1
- 2
- »





