Pantau - Anak-anak lebih rentan mengalami kekurangan vitamin D selama musim dingin, yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan tulang seperti nyeri kaki, kelemahan otot, dan risiko cedera lebih tinggi, menurut penjelasan Dr. Avi Shah, ahli bedah ortopedi anak dari Rumah Sakit Anak Narayana Health SRCC, Mumbai.
Vitamin D merupakan nutrisi penting karena membantu penyerapan kalsium yang dibutuhkan untuk kekuatan tulang, dan secara alami terbentuk melalui paparan sinar matahari.
Risiko Kekurangan Vitamin D dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Dr. Shah menjelaskan bahwa anak-anak mengenakan lebih banyak pakaian dan menghabiskan waktu di dalam ruangan saat musim dingin, sehingga kurang terpapar sinar matahari.
"Mengenakan lebih banyak pakaian dan menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan berarti mereka kurang terpapar sinar matahari. Tanpa vitamin D yang cukup, kesehatan tulang dapat melemah, yang dapat menyebabkan masalah di kemudian hari," ungkapnya.
Salah satu gejala awal yang perlu diperhatikan adalah nyeri kaki dan tumit yang sering disalahartikan, terutama jika muncul berulang setelah aktivitas fisik.
Gejala lain yang bisa muncul akibat kekurangan vitamin D antara lain kelemahan otot, peningkatan rasa lelah, anak menjadi kurang aktif, serta pemulihan otot yang lebih lama setelah bermain.
Kondisi ini juga membuat anak lebih rentan mengalami keseleo, cedera otot, dan bahkan patah tulang.
"Jatuh ringan dapat menyebabkan cedera yang tampak lebih parah dari yang diperkirakan," ia menambahkan.
Kekurangan vitamin D juga mungkin berkaitan dengan keterlambatan perkembangan, yang dapat menghambat pencapaian pertumbuhan dan meningkatkan risiko cedera.
Saran Pencegahan dan Gaya Hidup Sehat untuk Anak
Dr. Shah menyarankan anak-anak tetap bermain di luar ruangan selama 15–20 menit setiap hari untuk mendapatkan sinar matahari alami, meskipun cuaca dingin.
Aktivitas fisik seperti seluncur es, lompat tali, atau yoga dinilai efektif untuk mendukung kesehatan tulang dan otot, serta membantu mengurangi waktu menatap layar.
Asupan makanan bergizi juga penting, termasuk produk susu dan sayuran hijau sebagai sumber kalsium, serta daging tanpa lemak dan kacang-kacangan untuk protein.
Jika orang tua mencurigai anak mengalami kekurangan nutrisi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan.
"Jika anak Anda mengalami nyeri yang berkelanjutan, sering jatuh, merasa lelah, atau menunjukkan keterlambatan perkembangan, penting untuk memeriksakan diri ke dokter," tegas Shah.
Pemberian suplemen sebaiknya hanya dilakukan setelah mendapat saran profesional dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik anak.


