Grid.ID - Publik dihebohkan dengan pernyataan Pandji Pragiwaksono yang menyindir orang Jabar (Jawa Barat) suka memilih pemimpin artis. Dedi Mulyadi tak tinggal diam dan berikan tanggapan dirinya terkait hal itu.
Komika Pandji Pragiwaksono tengah menjadi perbincangan usai pernyataannya. Dalam hal ini ia menyoroti soal fenomena pemimpin daerah yang kemungkinan dipilih karena popularitas.
Dalam cuplikan video yang beredar, Pandji menyebut Jawa Barat sebagai daerah dengan kecenderungan tinggi memilih publik figur orang-orang terkenal. Pernyataan ini sontak langsung memantik berbagai respons.
"Ada lagi yang milih berdasarkan yang populer. Gue gak tau nih orang bisa kerja atau enggak. Gue gak tau akhlaknya nih orang, pokoknya populer aja," ucap Pandji dalam video yang dikutip dari Tribun Video.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa fenomena tersebut menurut pengamatannya terjadi di kalangan masyarakat Jawa Barat, khususnya orang Sunda. Ia kemudian mencontohkan sejumlah figur berlatar belakang artis yang pernah menduduki atau mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah di Jawa Barat.
"Orang Sunda seneng banget milih artis. Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar, artis film. Wakil gubernur mereka Deddy Yusuf, artis TV. Sekarang gubernurnya Deddy Mulyadi, artis YouTube," kata Pandji.
Tanggapan Dedi Mulyadi
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi justru mengatakan apresiasinya terhadap Pandji. Hal ini lantaran dirinya merupakan penggemar karya-karya dari sang komika.
Namun, menurut Dedi, kenyataan politik di Jawa Barat tidak sepenuhnya sejalan dengan pernyataan Pandji. Ia menyatakan bahwa masyarakat Jawa Barat yang dinilai selalu memilih pemimpin berdasarkan latar belakang tidaklah tepat.
Sang gubernur lantas mengingatkan kembali pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Barat di tahun 2012 lalu. Saat itu Dede Yusuf yang merupakan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat dan dikenal sebagai publik figur dari dunia hiburan, maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Lex laksamana, namun pasangan itu tetap kalah dari Ahmad Heryawan.
Selain itu, Dedi juga menyinggung Pilkada Jawa Barat 2018. Pada saat itu Deddy Mizwar mencalonkan diri sebagai gubernur dan berpasangan dengan Deddy Mulyadi, namun pasangan ini tetap tidak memenanginya.
“Termasuk nih orang Jawa Barat tuh milih pemimpin selalu yang keartisan. Tetapi sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf, waktu nyalonin jadi gubernur malah gak kepilih. Pak Deddy Mizwar dulu pasangannya sama saya loh calon wakil gubernurnya,” kata Dedi Mulyadi, dikutip dari Kompas.com.
Meskipun pernyataan Pandji Pragiwaksono yang menyindir orang Jabar suka memilih pemimpin artis, Dedi Mulyadi langsung memberikan tanggapan dirinya. Ia menganggap hal itu tidak sepenuhnya benar.
Dedi juga memuji Dede Yusuf yang dinilainya memiliki pemahaman pembangunan yang baik. Selain itu, Dedi tampaknya tidak terlalu peduli disebut sebagai gubernur YouTuber.
“Tetapi walaupun dia artis, saya ngaku jujur. Pak Dede Yusuf itu punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik. Dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI, juga kerangka berpikir pembangunannya keren,” ujar Dedi.
"Nah, sedangkan saya sendiri yang dianggap gubernur yang YouTuber. Saya gak boleh muji diri saya baik apa enggak saya memimpin," tandasnya. (*)
Artikel Asli




