MTT Berbobot 35 Ton Milik KAI Berhasil Dikirim dari Cirebon ke Kuala Tanjung Sumut

mediaindonesia.com
2 hari lalu
Cover Berita

SATU unit Multi Tier Tamper (MTT) milik PT KAI berhasil dikirim oleh KAI Logistik dari Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan Jawa Barat (Jabar) ke Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatra Utara (Sumut). Pengiriman ini dilakukan melalui layanan Kalog Pro, khususnya pada segmen Project Logistic, yang dirancang untuk menangani kebutuhan logistik proyek secara terintegrasi dan end-to-end.

Manajer Wilayah Barat KAI Logistik Yudy Armand Arief, Sabtu (03/01) menyampaikan, bahwa pengiriman MTT merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan perawatan dan peningkatan kualitas jalur kereta api nasional. 

“Multi Tie Tamper merupakan alat berat strategis yang berfungsi untuk memadatkan batu ballast, mengatur posisi rel, serta meningkatkan stabilitas dan kualitas jalur kereta api. Keberhasilan pengiriman ini menunjukkan kesiapan KAI Logistik dalam mendukung kelancaran operasional transportasi perkeretaapian,” jelasnya.

Yudy membeberkan,  proses pengiriman dimulai dari Stasiun Arjawinangun pada 1 Desember 2025 dan tiba di Kuala Tanjung pada 15 Desember 2025, dengan bobot angkutan mencapai ±35 ton. Dalam pelaksanaannya, perseroan menghadapi tantangan teknis berupa kondisi cuaca musim hujan serta rute pengiriman yang melibatkan penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni.

“Pengiriman alat berat seperti MTT memiliki kompleksitas tersendiri, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Namun, melalui perencanaan yang matang, koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait, serta penerapan standar keselamatan yang ketat, pengiriman dapat berjalan lancar dan aman,” ungkapanya.

Yudy menerangkan, untuk mendukung kelancaran pengangkutan pihaknya mengerahkan kendaraan lowbed long chassis serta mobile crane berkapasitas 50–80 ton dalam proses muat dan bongkar, yang seluruh rangkaian pengirimannya telah dilengkapi dengan Marine Cargo Insurance (Asuransi Pengangkutan Barang), guna memberikan perlindungan optimal terhadap berbagai risiko selama perjalanan. 

"Pengiriman MTT ini turut melibatkan sinergi lintas unit, mulai dari Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan sebagai titik asal hingga Depo Mekanik Tebing Tinggi sebagai penerima akhir, dengan dukungan penuh dari PT KAI serta mitra strategis lainnya," tuturnya.

Menurut Yudy, sejak tahun 2022, perseroan secara konsisten dipercaya untuk menangani pengiriman MTT dan berbagai sarana perawatan jalur kereta api lainnya. Kepercayaan ini tidak hanya menjadi bukti kapabilitas perusahaan, tetapi juga membuka peluang berkelanjutan bagi pengiriman proyek heavy cargo serupa di masa mendatang.

"Melalui layanan Kalog Pro ini  khususnya segmen Project Logistic,  kami terus memperkuat peran sebagai mitra strategis logistik proyek yang andal, aman dan terintegrasi dalam mendukung transformasi serta keberlanjutan," sambungnya. (E-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri Hukum: Hanya Keluarga Inti yang Bisa Adukan Perzinaan dan Kohabitasi
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Oknum Dosen Kampus Swasta di Bone Terseret Kasus Narkoba, Diamankan Bersama 14 Pelaku Lain
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Menpora Apresiasi Bandung sebagai Kota Wisata Olahraga
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Suspensi 8 Saham Dicabut Serentak, INTA-PTDU ARA di Papan FCA
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Kenapa Novel Masih Relevan untuk Mengkritik Politik Indonesia Saat Ini
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.