Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memastikan aset dan blok minyak dan gas (migas) di Venezuela tak terdampak oleh eskalasi politik yang tengah terjadi di negara tersebut.
Pertamina sendiri melalui anak usahanya, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 71,09% pada Maurel & Prom (M&P).
Pertamina, melalui M&P, memiliki hak partisipasi sebesar 40% di lapangan Urdaneta Oeste yang terletak di Danau Maracaibo.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," kata Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani melalui keterangan resmi, Minggu (4/1/2025).
PIEP, kata dia, terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap dinamika situasi yang berkembang. Selain itu, perusahaan juga menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.
"Ini sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional," tutur Dhaneswari.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer kilat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.
Menurut laporan Bloomberg, pasukan komando AS hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga jam untuk mengakhiri kekuasaan Maduro, yang selama bertahun-tahun bertahan di tengah tekanan Washington.
Lebih dari 150 pesawat militer AS dikerahkan setelah pertahanan udara Venezuela berhasil dilumpuhkan. Unit Delta Force Angkatan Darat AS kemudian dikirim ke pangkalan militer tempat Maduro bermalam.
Pasukan tersebut mendobrak pintu baja lokasi persembunyian dan menangkap Maduro serta istrinya sebelum keduanya sempat mencapai ruang aman. Pasangan itu lalu diterbangkan dengan helikopter ke sebuah kapal perang AS dalam perjalanan menuju pengadilan di New York.
“Dia mencoba mencapai tempat yang aman. Pintu itu sangat tebal dan berat, tetapi dia tidak berhasil menutupnya,” ujar Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (3/1/2026).
Trump mengaku menyaksikan operasi tersebut secara langsung melalui siaran langsung. Dia baru mengumumkan penangkapan Maduro melalui media sosial setelah helikopter yang membawa pemimpin Venezuela itu dipastikan aman, meskipun laporan ledakan di Caracas telah lebih dulu beredar.
Baca Juga
- Pertamina Hulu Energi Temukan Sumber Minyak Baru di Blok Mahakam
- PM Anwar Ibrahim Kutuk Serangan AS: Bebaskan Nicolas Maduro!
- PBB Sebut Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Tidak Hormati Hukum Internasional





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5463439/original/034826900_1767612920-Terdakwa_kasus_dugaan_korupsi_Chromebook__Nadiem_Anwar_Makarim_berkonsultasi_dengan_penasihat_hukum_dalam_sidang_dakwaan_di_Pengadilan_Tipikor_pada_PN_Jakpus.jpg)