Ponorogo (beritajatim.com) – Kebakaran melanda gudang farmasi RSUD dr. Harjono Ponorogo pada Minggu (4/1/2025) sore. Kejadian itu pun menguji kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran. Api baru bisa dikendalikan, setelah lebih dari 2 jam penanganan intensif. Hal itu dikarenakan kondisi bangunan yang dipenuhi bahan mudah terbakar dan dokumen medis.
Gudang farmasi yang berada di belakang Instalasi Gawat Darurat (IGD) itu, dilaporkan mulai mengeluarkan asap dari lantai 2 sekitar pukul 16.15 WIB. Laporan cepat dari pihak rumah sakit langsung direspons Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ponorogo dengan pengerahan armada penuh.
Sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Untuk memastikan pasokan air tetap aman, selama proses pemadaman, 2 mobil tangki milik BPBD Ponorogo turut diturunkan. Kabid Damkar Kabupaten Ponorogo, Bambang Supeno, menyebut tantangan utama dalam pemadaman bukan hanya api, melainkan asap pekat yang menyelimuti area gudang.
“Memang kesulitan karena kondisi asap sisa pembakaran, karena gudang farmasi ini berisi dokumen serta obat obatan termasuk alkohol yang mudah terbakar,” ungkap Bambang.
Asap tebal membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati, mengingat di dalam gudang tersimpan berbagai jenis obat, cairan alkohol, serta arsip penting yang mempercepat rambatan api. Bambang menambahkan, setelah menerima laporan, tim Damkar langsung bergerak ke lokasi kejadian tanpa menunda waktu.
“Usia laporan kita langsung ke TKP dengan mengerahkan 4 unit mobil damkar yang kita miliki ditambah 2 mobil tanki milik BPBD untuk suplai air,” tegas Bambang.
Dari hasil penelusuran awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di lantai 2 gudang, tepat di area penyimpanan dokumen dan obat-obatan. Meski api utama berhasil dipadamkan, petugas masih bertahan di lokasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan. Pembasahan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan.
“Kita masih melakukan pembasahan hingga asap benar benar hilang karena rawan muncul api kembali,” pungkasnya.
Sementara itu, manajemen rumah sakit memastikan insiden tersebut tidak berdampak pada pelayanan pasien, khususnya pasien rawat inap. Plt. Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, Made Jaren, menyatakan bahwa gedung farmasi yang terbakar terpisah dari ruang perawatan.
“Memang berdempetan dengan ruang IGD, tapi sudah kami tutup untuk aksesnya agar api dan asap tidak masuk ke IGD. Untuk pasien rawat inap tidak terganggu,” ungkapbya.
Selain itu, saat kejadian gudang farmasi dalam kondisi kosong. Sebab, juga bertepatan dengan hari libur. Sehingga tidak ada pegawai yang berada di dalam gedung.
Hingga Minggu malam, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemantauan di lokasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan situasi benar-benar aman dan tidak ada titik api tersisa. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari kepolisian. (end/but)



