Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Jumat (2/1) menyebabkan longsor di bantaran Kali Angke, segmen Jalan H. Briti RT 06/RW 01, Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Longsor terjadi akibat erosi tanah di pinggir aliran kali.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Barat melakukan penanganan darurat pada Sabtu (3/1) dan Minggu (4/1).
“Penanganan sementara dilakukan dengan memasang tanggul kisdam, yang merupakan tumpukan karung berisi pasir dan tanah, serta cerucuk dolken sebagai struktur penahan guna mencegah longsoran susulan,” ujar Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1).
Dalam penanganan tersebut, Sudin SDA Jakarta Barat mengerahkan sekitar 20 personel Satuan Tugas SDA atau Pasukan Biru dari Kecamatan Kembangan.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, area terdampak longsor diketahui sepanjang kurang lebih 17 meter dengan kedalaman sekitar 4 meter.
Purwanti menambahkan, penanganan lanjutan akan dilakukan mulai Senin (5/1).
“Penanganan selanjutnya akan dilakukan dengan pembangunan tanggul dari bronjong batu kali agar lebih kuat menahan tekanan tanah, sehingga meminimalkan potensi longsor susulan,” pungkasnya.
Kronologi Menurut Warga
Menurut keterangan Hasan (43), warga yang rumahnya berada tepat di depan lokasi kejadian, longsor tersebut merupakan kejadian kedua kalinya.
“Sebelum amblas, depannya bronjong. Ini kedua kali. Pertama sudah lima tahun lalu, amblas lagi sekarang. Makanya bronjong yang awal masih ada. Enggak ke mana-mana, cuma tanah yang di sini saja yang terkikis, jadi amblas ke bawah,” ucapnya kepada kumparan di lokasi, Minggu (4/1) sore.
Kronologi kejadian bermula saat Hasan berada di dalam rumah dan mendengar suara dari luar. Setelah diperiksa, ia mendapati bagian depan rumah sudah amblas.
“Jadi suara seng saja, brek, begitu. Habis azan Isya. Pas dicek, langsung amblas begitu saja,” ungkapnya.




