FAJAR, MAKASSAR — Moda transportasi umum bersubsidi di Sulawesi Selatan lumpuh total. Tiga koridor yang masih beroperasi tahun lalu, kini berhenti total.
Awal tahun 2026 menjadi tantangan besar bagi geliat transportasi umum di Sulsel, khususnya di kawasan Makassar, Gowa (Sungguminasa), Maros, dan Takalar (Mamminasata) yang selama ini telah terjamah transportasi umum, khususnya yang bersubsidi.
Kementerian Perhubungan masih mensubsidi Teman Bus hingga 31 Desember 2025 yang melayani koridor 5 rute Unhas Gowa -Unhas Tamalanrea. Tarifnya Rp4.600.
Tepat pada 1 Januari, rupanya masyarakat tidak hanya harus berpisah dengan Teman Bus yang subsidinya sudah dihentikan oleh Kementerian Perhubungan. Namun, Trans Sulsel yang baru mengaspal lima setengah bulan juga turut masuk kandang. Armada Trans Sulsel sudah tidak beroperasi sepekan terakhir, bersamaan dengan Teman Bus.
Diketahui, Trans Sulsel melayani dua koridor, koridor 1 dengan rute Panakkukang Square – Pelabuhan Galesong Takalar dengan melalui sebanyak 50 halte pergi dan 57 halte balik. Rute ini juga melalui kawasan wisata dalam kota seperti Center Point of Indonesia (CPI).
Tingkat keterisian atau load factor koridor 1 pun melebihi 100 persen berkat inovasi yang dilakukan dengan pengubahan rute menuju lokasi wisata. Total penumpang Trans Sulsel koridor 1 sejak beroperasi pada 14 Juli 2025 adalah sebanyak 437.317 penumpang. Rata-rata penumpang Trans Sulsel koridor 1 adalah 87.463 penumpang per bulan.
Sementara itu, bagi koridor 2 load factornya masih di angka 34 persen. Tantangan dalam koridor 2 adalah rute tersebut banyak dilalui oleh angkutan dalam kota lainnya. Sehingga, masyarakat yang mengakses Trans Sulsel masih terbagi dengan angkutan berbayar. Koridor 2 sendiri meliputi rute Kampus Unhas Tamalanrea – Stasiun KA Mandai melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Jumlah haltenya pun masih terbatas di 17 halte.
Jumlah penumpang Trans Sulsel untuk koridor 2 sepanjang masa subsidi 2025 ialah 174.421 penumpang. Rata-rata penumpang per bulan sebanyak 34.884 penumpang. Trans Sulsel sendiri pada tahun lalu masih menyediakan subsidi penuh atau gratis bagi masyarakat.
Sejatinya, koridor 2 ini merupakan lanjutan moda bagi masyarakat dari Kabupaten Gowa ataupun dalam Kota Makassar yang hendak ke Bandara dan Stasiun KA. Koridor 2 mengambil penumpang dari Kampus Unhas yang merupakan pemberhentian dari Koridor 5 rute Teknik Unhas Gowa – Unhas Tamalanrea yang diangkut oleh Teman Bus Trans Mamminasata.
Jika dibandingkan dengan jumlah penumpang Teman Bus periode Januari – November 2025 sebesar 687.415 penumpang, perbandingannya cukup tinggi dengan dua koridor Trans Sulsel. Penumpang tertinggi pada Oktober sebanyak 105.962. Meskipun Teman Bus sejatinya mengaspal 7 bulan lebih awal dibandingkan Trans Sulsel.
Jumlah penumpang Teman Bus lebih tinggi dibandingkan Trans Sulsel, meskipun ada tarif yang dikenakan. Tiga koridor yang diwadahi oleh dua program tersebut semestinya bisa menjadi awal dari terwujudnya integrasi moda transportasi sekaligus pengalihan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi menjadi lebih banyak memanfaatkan transportasi umum. Sayangnya, awal Januari ini keduanya justru masuk kandang.
Kementerian Perhubungan tidak lagi memperpanjang kontrak Teman Bus di kawasan Mamminasata. Sejak awal, program ini hanya stimulan bagi pemerintah daerah agar menjadi contoh pengaplikasian angkutan moda transportasi massal di Sulsel.
Para pengguna teman bus, baik masyarakat dan mahasiswa, para pramudi, akademisi, hingga legislatif berharap ada solusi bagi koridor 5. Pemprov Sulsel sebagai pemilik kewenangan didesak untuk mengambil alih koridor 5. Masyarakat bahkan menuntut fasilitas dan pelayanan serupa dengan Teman Bus, yang selama ini dinilai memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang.
Sementara itu, Pemprov Sulsel belum memberikan pernyataan resmi terkait keberlanjutan program Trans Sulsel. Diketahui, subsidi yang digelontorkan hanya berlangsung selama satu tahun anggaran pada TA 2025. Trans Sulsel harus kembali dilelang untuk kelanjutan programnya tahun ini.
Dari kabar yang beredar, pemprov akan mengambil alih koridor 5 dengan mengalihkan sejumlah armada dari koridor 2 yang selama ini masih kurang peminat. Trans Sulsel juga direncanakan tidak lagi gratis.
Saat ini, Trans Sulsel sedang diliburkan. Sejatinya Trans Sulsel sudah masuk dalam Master Plan transportasi umum di Sulsel oleh Pemprov Sulsel. Namun, subsidi yang diterapkan sebelumnya masih single year, sehingga pada tahun anggaran 2026 harus dilelang kembali.
Operator Trans Sulsel yang dihubungi FAJAR menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kapan Trans Sulsel akan kembali mengaspal. Sebab, harus mengikuti proses lelang kembali tahun ini.
“Karena kami hanya sebagai operator saja. Kami berharap kalau bisa secepatnya juga, Pak,” ungkapnya, Senin, 5 Januari.
Ia tidak menampik bahwa masyarakat sudah banyak yang menantikan operasional Trans Sulsel. Apalagi yang selama ini hanya mengandalkan Trans Sulsel untuk bepergian dari luar Kota Makassar, misalnya Takalar. Masyarakat mengeluhkan pengeluaran untuk biaya transportasi membengkak. Sebab selama ini Trans Sulsel dinikmati secara gratis.
“Seperti kemarin itu ada juga penumpang yang bercerita. Kalau dipikir-pikir, tarifnya sekitar Rp25 ribu sekali jalan, berarti Rp50 ribu pulang-pergi,” terangnya.
Operator Trans Sulsel juga masih menantikan proses tender dari Pemprov Sulsel untuk kelanjutan program tersebut. Termasuk untuk skema pembayaran yang bakal berlaku. Ia belum dapat memastikan hal tersebut. Semuanya bergantung pada kesepakatan kontrak nantinya.
“Untuk yang berbayar sendiri, belum ada informasi terkait itu, Pak. Mungkin masih menunggu keputusan juga. Mungkin di tingkat Pemda setempat, Pak, seperti di provinsi terkait masalah tarifnya. Sistemnya juga belum ada, Pak. Tapi kami masih menunggu di sistem e-katalog terkait tendernya, karena kami bukan penugasan langsung. Kami harus ikut proses juga,” paparnya. (uca)


