SURABAYA (Realita)- Meskipun seringkali tidak berbahaya, kaki sering kram juga bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis lainnya, seperti:
1. Gangguan Sirkulasi Darah (Penyakit Arteri Perifer)
Jika kamu sering mengalami kram kaki saat jalan atau beraktivitas fisik, namun gejala kaki kram mereda saat istirahat, ini bisa menjadi tanda masalah sirkulasi darah di kaki.
Kondisi ini dikenal sebagai Penyakit Arteri Perifer (PAD), terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai kaki menyempit, sehingga otot tidak mendapatkan cukup oksigen.
Selain gejala kaki kram, penyakit arteri perifer juga bisa menimbulkan gejala nyeri pada kaki, kaki terasa dingin, luka yang sulit sembuh di kaki, rasa lelah di otot kaki atau bokong yang muncul saat beraktivitas, dan perubahan warna kulit pada kaki atau tungkai (menjadi pucat atau kebiruan).
2. Kehamilan
Kaki kram ibu hamil adalah keluhan yang sangat umum, terutama pada trimester kedua dan ketiga.
Hal ini disebabkan oleh kombinasi faktor seperti penambahan berat badan, perubahan sirkulasi darah, tekanan rahim pada saraf, dan kebutuhan nutrisi (terutama kalsium dan magnesium) yang meningkat.
3. Neuropati Perifer
Kerusakan saraf di kaki (neuropati perifer) bisa menyebabkan kram kaki, kelemahan otot, mati rasa, kesemutan, atau nyeri seperti terbakar.
Kondisi ini sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, cedera, atau kondisi autoimun.
Selain neuropati perifer, kondisi seperti saraf terjepit, multiple sclerosis, atau Parkinson juga bisa menyebabkan kram kaki berulang.
4. Neuropati Diabetik
Jika kamu mengidap diabetes dan mengalami kaki kram terus menerus disertai kesemutan atau mati rasa, itu bisa menjadi gejala awal neuropati diabetik, yaitu komplikasi diabetes yang menyerang saraf.klin
Editor : Redaksi



