FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, menanggapi somasi terhadap beberapa akun YouTube dan Medsos yang dianggap memfitnah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai sosok yang ada di balik isu ijazah palsu Jokowi.
Baru-baru ini, akun YouTube ‘Kajian Online’ yang akhirnya menyampaikan permintaan maaf usai dituding menyebarkan tuduhan bahwa Presiden ke-6 RI tersebut.
Dian Sandi menyinggung perbedaan sikap antara pihak yang langsung meminta maaf setelah disomasi, dengan Roy Suryo Cs yang justru semakin agresif meski telah berstatus tersangka.
Namun, menurutnya, situasi berbeda terlihat pada pihak-pihak yang selama ini aktif melontarkan tuduhan.
“Ada youtuber disomasi, langsung minta maaf,” ujar Dian di X @DianSandiU (6/1/2026).
Alih-alih meredam pernyataan, serangan justru kian masif meski telah berhadapan dengan proses hukum.
“Ada penuduh atau tukang fitnah, sudah jadi tersangka makin menjadi2 serangannya,” sebutnya.
Dian menegaskan, kondisi tersebut memperlihatkan adanya perbedaan perlakuan dan keberanian antara warga biasa dengan pihak yang diduga memiliki perlindungan atau sokongan tertentu.
“Kelihatan mana rakyat biasa dan mana yang ada back-up,” tandasnya.
Sebelumnya, Deputi Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Ricky Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya melalui Badan Hukum Pengamanan dan Pembelaan (BHPP) DPP Partai Demokrat telah resmi melayangkan somasi.
Somasi tersebut ditujukan kepada pihak-pihak yang dianggap menyebarkan fitnah dan narasi menyesatkan dengan mengaitkan SBY dalam isu ijazah palsu Jokowi.
“Somasi BHPP DPP Partai Demokrat terhadap fitnah terhadap SBY terkait polemik ijazah,” ujar Ricky di X @RicKY_KCh (2/1/2026).
Ia menegaskan, langkah hukum ini bukan sekadar peringatan simbolik.
BHPP Partai Demokrat, kata Ricky, memiliki rekam jejak dalam menjaga marwah partai dari berbagai upaya yang dinilai merusak secara politik maupun hukum.
“Badan Hukum Pengamanan Partai Demokrat ini pernah sukses mengamankan partai dari komplotan begal partai ketika itu,” tegasnya.
Lanjut Ricky, somasi tersebut merupakan bentuk komitmen Demokrat untuk meluruskan informasi dan memastikan kebenaran ditegakkan di ruang publik.
Ia pun meminta pihak-pihak yang menerima somasi agar segera memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi.
“Mohon pihak terkait segera menjawab somasi tersebut untuk tegaknya kebenaran,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)




