Dugaan sabotase terhadap proyek jembatan Bailey di Aceh yang dibangun untuk mengatasi terputusnya jalur transportasi disesalkan oleh warga Aceh. Warga Desa Teupin Mane Bireun Aceh misalnya mengatakan lepasnya sejumlah baut di jembatan Bailey di desa mereka bukan karena sabotase seperti yang sebelumnya dikatakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Tokoh masyarakat Desa Teupin Mane Bireun Aceh menepis tudingan KSAD. Mereka membantah isu sabotase pada proyek jembatan Bailey di desa mereka. Warga menegaskan terlepasnya sejumlah baut bukan karena unsur kesengajaan apalagi pencurian. Mereka menilai baut hanya copot akibat getaran kendaraan saat melintas.
Para tokoh desa menyayangkan narasi sabotase ini karena memunculkan citra negatif yang merugikan masyarakat setempat. Namun jika terbukti ada tindak kriminal, warga mendesak kepolisian segera mengusutnya.
"Dalam masalah itu tidak boleh berasumsi. Karena berasumsi itu lari ke mana-mana. Kenapa itu bisa terjadi? Mungkin bisa lepas akibat gesekan. Kalau dicuri? Buat apa? Berapa harga barang itu? Saya selaku warga sangat menyesalkan isu ini sudah merambat ke mana-mana sehingga orang menjadi penafsiran bermacam-macam," kata Tokoh Masyarakat Teupin Mane Muhammad Nasir dikutip dari Metro This Week, Metro TV, Minggu, 4 Januari 2025.
Baca Juga :
TNI AD Kerahkan 70 Personel Kebut Pembangunan Jembatan BaileySebelumnya, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyoroti adanya oknum yang berusaha menyabotase jembatan di wilayah bencana. KSAD mengecam aksi ini sebagai tindakan biadab karena pembukaran baut infrastruktur dapat mengancam nyawa warga.
"Dalam kondisi ini kita harus kompak bernegara kita harus kompak. Dalam kondisi kompak pun ini masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan Beli kita. Dua hari yang lalu mungkin ditayangkan dibongkar baut-bautnya," tuturnya.
"Kami kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini. Terus terang saja. Jadi dalam kondisi begini pun masih ada kelompok-kelompok orang yang mengorbankan masyarakat. Masyarakat yang sedang bencana pun mau dikorbankan," sambungnya.




