VIVA – Musim MotoGP 2026 berpotensi menjadi salah satu bab paling bersejarah dalam karier Marc Marquez. Pebalap asal Spanyol itu hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mencapai 100 kemenangan grand prix sepanjang karier profesionalnya, sekaligus tinggal tiga kemenangan dari rekor kemenangan terbanyak di era MotoGP yang selama ini dipegang Valentino Rossi.
Marquez menutup musim sebelumnya dengan catatan yang nyaris sempurna. Pada Grand Prix San Marino, 14 September lalu, ia mengamankan kemenangan ke-73 di kelas MotoGP dan yang ke-99 sepanjang kariernya di semua kelas. Saat itu, kalender masih menyisakan enam seri dan peluang menembus angka 100 terbuka sangat lebar.
Bukan hanya itu. Marquez juga berada dalam jalur kuat untuk menyalip Rossi sebagai pebalap dengan kemenangan terbanyak di era MotoGP yang dimulai sejak 2002. Rossi sendiri membukukan kemenangan MotoGP ke-76 pada GP Belanda 2017, saat mengalahkan Danilo Petrucci dengan selisih waktu yang sangat tipis.
Namun, jalan Marquez menuju sejarah sempat terhenti. Setelah memastikan gelar juara dunia kelas premier ketujuhnya sekaligus gelar dunia kesembilan secara keseluruhan di Jepang, Marquez justru harus menghadapi nasib buruk.
- ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Insiden dengan Marco Bezzecchi pada awal balapan GP Indonesia di Mandalika membuatnya mengalami cedera bahu pada lengan kanan yang sebelumnya sudah tidak sepenuhnya pulih.
Cedera tersebut memaksanya menepi hingga akhir musim 2025. Empat seri terakhir pun terlewat, sekaligus menunda misi besar mencetak kemenangan ke-100 dan memangkas jarak dengan rekor Rossi.
Peluang terbuka lebar sejak awal musimMasuk ke musim 2026, peluang Marquez untuk menuntaskan ambisi tersebut kembali terbuka lebar. Jika melihat performanya musim lalu, ia bahkan tidak perlu menunggu lama. Marquez langsung meraih kemenangan pada seri pembuka di Thailand, menandai kemenangan pertamanya sebagai pebalap tim pabrikan Ducati.
Sirkuit Buriram dikenal sebagai lintasan yang cocok dengan gaya balap Marquez. Kondisi itu menjadikan GP Thailand sebagai kesempatan pertama dan sangat realistis untuk meraih kemenangan ke-100 sepanjang kariernya.
Jika target tersebut belum tercapai di Buriram, seri-seri awal musim tetap menyajikan peluang besar. MotoGP akan melanjutkan kalender ke Brasil, tepatnya di Sirkuit Goiania yang telah direnovasi dan belum pernah digunakan dalam era MotoGP. Lintasan baru dengan karakter grip yang belum sepenuhnya terbaca kerap menjadi medan favorit Marquez, yang dikenal cepat beradaptasi dengan kondisi tidak ideal.




