Jakarta, CNBC Indonesia - Peta persaingan kendaraan listrik global resmi berubah. Produsen otomotif asal China, BYD, berhasil menyalip Tesla dan kini menjadi penjual mobil listrik terbesar di dunia.
Pencapaian ini terasa ironis. Pasalnya, lebih dari satu dekade lalu, CEO Tesla Elon Musk pernah secara terbuka meremehkan BYD. Dalam wawancara Bloomberg pada 2011, Musk menyebut BYD bukan pesaing serius Tesla dan menilai produk perusahaan China itu tidak istimewa. Namun sejarah berkata lain.
Berdasarkan laporan perusahaan, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai BYD melonjak hampir 28% sepanjang 2025 menjadi 2,26 juta unit. Angka ini cukup untuk menempatkan BYD di posisi puncak penjualan global mobil listrik.
Di saat yang sama, Tesla melaporkan pengiriman kendaraan sebanyak 1,64 juta unit sepanjang 2025. Angka tersebut sejalan dengan proyeksi internal perusahaan sekitar 1,6 juta unit, namun justru mencerminkan penurunan sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi penurunan tahunan kedua secara beruntun bagi Tesla.
Kinerja Tesla pada kuartal IV-2025 juga melemah. Pengiriman kendaraan turun sekitar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perusahaan mencatat hampir 496 ribu unit pengiriman.
Meski Tesla kerap menggunakan data pengiriman sebagai indikator penjualan, perusahaan tidak merinci definisi pengiriman tersebut dalam laporan kepada pemegang saham.
Lonjakan BYD dan perlambatan Tesla menegaskan pergeseran kekuatan industri kendaraan listrik global. Produsen China kini tampil semakin dominan, sementara pemain lama seperti Tesla menghadapi tekanan dari sisi pasar, produksi, hingga persaingan harga.
(pgr/pgr)



