VIVA – Menjalani pernikahan jarak jauh apalagi jika berbeda negara tentu bukan hal yang mudah. Salah satu tantangan yang kerap dihadapi pasangan adalah keterbatasan dalam menjaga kedekatan emosional dan kebutuhan sebagai suami istri. Kondisi ini terkadang membuat pasangan harus mencari cara lain agar tetap merasa terhubung, meskipun terpisah oleh jarak.
Salah satu pilihan yang dilakukan sebagian pasangan adalah memanfaatkan teknologi, seperti melakukan hubungan suami istri melalui video call. Metode ini sering digunakan banyak pasangan terutama mereka yang tinggal di negara barat.
Namun sebagai muslim bolehkah kita melakukan hal demikian? Terkait hal itu, Buya Yahya angkat bicara dan memberikan pandangannya. Dijelaskan oleh beliau, meski Anda dan pasangan sudah sah sebagai suami istri, melakukan hubungan lewat video call tetap tidak diperbolehkan.
“Kemudian, jauhnya suami dengan istri. Apakah boleh? Ya tetap jawabannya tidak boleh. Jadi mungkin lihat, maksudnya lihat kamera suaminya biar melihatkan mohon maaf yang melihatkan ini dan sebagainya,” kata Buya Yahya dikutip dari tayangan YouTube Buya Yahya Official, Senin 5 Januari 2026.
Lebih lanjut diungkap Buya Yahya bahwa ada baiknya suami bisa pulang ke pelukan istri. Pertanyaan semacam ini, kata beliau menandakan bahwa istri ingin terus Bersama dengan suaminya.
“Hati kecilnya ingin terus dengan suaminya. Hati kecil Anda adalah rindu untuk kebersamaan. Makanya pulang saja cepat minta pulang agar bisa ketemu,” jelas Buya Yahya.
Buya Yahya juga menyarankan jika memang Anda dan pasangan terpisah jarak terutama berbeda negara, diharapkan agar bisa segera menyelesaikan kontrak pekerjaan mereka. Setelah itu kembali ke Indonesia berkumpul bersama istri dan anak. Terkait dengan pekerjaan, Buya Yahya menyebut untuk selalu meyakini bahwa rezeki ada dimana saja.
“Jadi saya jawab dengan hati kecil Anda. Hati kecil Anda adalah rindu untuk kebersamaan. Maka kami himbau untuk segera selesaikan kontrak Anda dan semua saudari-saudari adik-adik kami yang ada di Hong Kong, di Taiwan dan sebagainya. Yakinilah rizki Allah ada di mana-mana. Kemudian berkumpulan dengan suami. Kalau Anda rindu untuk ketemu suami, suami Anda juga lebih rindu kepada Anda,” ujarnya.



