Populer: Gaji hingga Rp 10 Juta Bebas Pajak; Trump soal Minyak Venezuela

kumparan.com
2 hari lalu
Cover Berita

Kabar mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membebaskan pajak bagi pegawai dengan gaji hingga Rp 10 juta menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Minggu (4/1).

Selain itu, informasi mengenai Presiden AS Donald Trump mau mengerahkan perusahaan AS untuk memperbaiki industri minyak Venezuela juga tidak kalah menyita perhatian publik.

Berikut ini rangkuman selengkapnya:

Purbaya Bebaskan Pajak Pegawai dengan Gaji hingga Rp 10 Juta, Ini Kriterianya

Purbaya resmi mengeluarkan kebijakan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja dengan gaji maksimal Rp 10 juta per bulan pada 2026. Aturan ini ditujukan untuk menopang daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 tentang PPh Pasal 21 atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah dalam Rangka Stimulus Ekonomi Tahun Anggaran 2026. Insentif ini berlaku sepanjang Januari hingga Desember 2026.

"Untuk menjaga keberlangsungan daya beli masyarakat dan menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi dan sosial pada 2026, telah ditetapkan paket stimulus ekonomi sebagai upaya pemerintah dalam menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat antara lain dengan pemberian fasilitas fiskal," tulis Purbaya pertimbangan aturan tersebut, dikutip Minggu (4/1).

Purbaya menargetkan, insentif ini kepada pekerja di perusahaan yang bergerak di lima sektor, yakni industri alas kaki; tekstil dan pakaian jadi; furnitur; kulit dan barang dari kulit; serta pariwisata. Fasilitas pajak ini dapat dimanfaatkan oleh pegawai tetap tertentu maupun pegawai tidak tetap tertentu.

Trump Mau Kerahkan Perusahaan AS untuk Perbaiki Industri Minyak Venezuela

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS akan memperbaiki industri minyak Venezuela usai serangan ke negara tersebut usai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Untuk itu, Trump akan mengerahkan perusahan-perusahaan AS.

Dikutip dari BBC, Minggu (4/1), Trump mengatakan rencana perbaikan muncul karena industri minyak Venezuela telah mengalami kegagalan total dalam waktu yang sangat lama.

“Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, masuk ke sana, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara itu,” kata Trump dalam konferensi pers.

Berdasarkan data dari US Energy Information Administration (EIA), Venezuela memiliki sekitar 303 miliar barel cadangan minyak mentah, atau sekitar 20 persen dari sumber daya minyak dunia.

Dalam pengelolaan dan perbaikan industri minyak Venezuela tersebut, Trump mengeklaim sudah menyiapkan suatu hal yang disebutnya sebagai ‘sekelompok orang’. Meski demikian, ia tak memberikan detail informasi mengenai hal tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensesneg Prasetyo & MenHAM Pigai Respons Deret Influencer Diteror Usai Kritik Pemerintah
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kini Enggan Dibiayai Pemprov Jabar, Ini Sejarah Pembangunan Bandara Kertajati
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mensesneg: RI Punya Kampung Haji di Saudi, Berkat Diplomasi Luar Biasa Presiden
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Menang Kasasi, Pemprov Amankan  Aset 52 Hektare di Manggala
• 10 menit laluharianfajar
thumb
AMD Pamer Chip AI Canggih Baru di CES 2026
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.