Sejumlah Agenda Ekonomi Jadi Penentu Sentimen Pasar di Pekan Awal 2026

idxchannel.com
2 hari lalu
Cover Berita

Data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada 9 Januari menjadi salah satu faktor yang menentukan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).

Sejumlah Agenda Ekonomi Jadi Penentu Sentimen Pasar di Pekan Awal 2026. Foto: Freepik.

IDXChannel - Sejumlah agenda ekonomi akan menjadi penentu sentimen pasar di pekan awal 2026. Melansir Investopedia, Senin (5/1/2026), data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada 9 Januari menjadi salah satu faktor yang menentukan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed). 

Pada 2025, kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja telah mendorong The Fed menurunkan suku bunga pada tiga pertemuan terakhirnya, saat bank sentral AS memiliki misi untuk menyeimbangkan target lapangan kerja penuh dan inflasi yang terkendali. 

Baca Juga:
Gejolak Global Tekan Rupiah ke Rp16.725, Pasar Waspadai Arah The Fed

Beberapa pejabat Federal Reserve juga dijadwalkan menyampaikan pidato. Pada pertemuan bulan lalu, pejabat The Fed terbelah pandangannya mengenai arah kebijakan moneter di mana inflasi masih berada di atas target tahunan sebesar 2 persen. 

Dengan suku bunga acuan di kisaran 3,5–3,75 persen, kontrak berjangka Fed funds menunjukkan peluang yang kecil untuk pemangkasan pada pertemuan berikutnya di akhir Januari, tetapi hampir 50 persen peluang pemangkasan seperempat poin pada Maret.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah di Tengah Kekhawatiran The Fed Soal Penurunan Suku Bunga

Data inflasi awal (preliminary) akan menjadi perhatian utama pekan ini di seluruh Eropa. Kawasan Zona Euro, Jerman, Prancis, dan Italia dijadwalkan merilis angka awal inflasi mereka.

Inflasi diperkirakan tetap stabil di Zona Euro sebesar 2,1 persen pada Desember, di Prancis 0,9 persen, dan di Italia 1,1 persen, sementara di Jerman inflasi diperkirakan melambat menjadi 2,0 persen dari sebelumnya 2,3 persen.

Baca Juga:
Kebijakan The Fed hingga AI Jadi Penentu Kinerja Wall Street di 2026

China juga merilis serangkaian indikator makroekonomi utama pekan ini, dengan PMI Jasa RatingDog Desember yang secara luas diperkirakan turun tipis ke level 52,0. 

Ini menandai bulan keempat berturut-turut terjadinya moderasi, namun tetap berada solid di wilayah ekspansi di tengah dukungan kebijakan yang masih berlanjut. Sementara itu, inflasi konsumen diperkirakan melandai, sedangkan harga produsen diprediksi kembali turun. 

Adapun Jepang akan merilis data agregat laba perusahaan pekan ini. Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data resmi statistik inflasi hingga ekspor impor pada 5 Januari. 

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hari Pertama 2026, ICDX Catat Transaksi 28.621 Lot Senilai Rp130 Triliun
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dasco Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang Hari Ini
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Korporasi jadi Subjek Hukum di KUHP Baru, Pakar Hukum Pidana Ingatkan Dampaknya
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Chelsea resmi tunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kioxia Luncurkan SSD BG7 dengan Flash Generasi ke-8, Tawarkan Performa Tinggi dan Efisiensi Daya
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.