Meuseuraya, Aksi Solidaritas Pascabencana dan Peran Pemerintah Aceh

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDA ACEH — Meuseuraya menjadi penting kehidupan sosial, karena mencerminkan nilai sosial budaya yang telah lama hidup dalam masyarakat Aceh sebagai bentuk kerja sama dan tolong-menolong. 

"Meuseuraya adalah bekerja bersama-sama atau tolong menolong dan bantu membantu yang telah menjadi kebiasaan masyarakat Aceh dalam berbagai aspek kehidupan. Meuseuraya dijalankan dalam berbagai hubungan sosial, mulai dari kekerabatan, ketetanggaan, hingga kemanusiaan,” dikutip dari Buletin Haba terbitan Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Senin (5/1/2026).

Dalam hubungan kekerabatan, meuseuraya dilakukan antaranggota keluarga yang memiliki hubungan darah. Dalam hubungan ketetanggaan, meuseuraya tampak dalam berbagai kegiatan bersama di lingkungan tempat tinggal. Sementara itu, dalam hubungan kemanusiaan, meuseuraya muncul sebagai respons spontan terhadap musibah atau kemalangan yang menimpa seseorang.

Nilai kebersamaan dalam meuseuraya juga menonjol dalam kegiatan sosial yang bersifat kepentingan umum. Kerja bakti membersihkan lingkungan, membangun fasilitas gampong, hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya dilakukan secara sukarela dengan asas timbal balik yang telah mengakar kuat.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Dalam konteks Aceh yang kembali menghadapi bencana alam, nilai meuseuraya memiliki relevansi sebagai modal sosial masyarakat. Tradisi saling membantu dan rasa senasib menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit, sebagaimana telah berlangsung sejak masa lalu.

Pemerintah daerah Aceh pun mendorong penguatan nilai gotong royong tersebut. Hal itu terlihat dalam Surat Edaran Bupati Aceh Timur Nomor 360/8810/2025 tentang Pelaksanaan Gotong Royong Pembersihan Lingkungan Pascabencana Alam yang ditujukan kepada para camat dan keuchik se-Kabupaten Aceh Timur.

Baca Juga

  • Sebulan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Bertahan di Tengah Listrik Tak Stabil dan Ketergantungan Bantuan

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah mengakibatkan terganggunya kebersihan lingkungan, fasilitas umum, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. 

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky menegaskan, gotong royong merupakan bagian penting dari strategi pemulihan pascabencana, sekaligus sarana untuk menumbuhkan kembali nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ajakan serupa juga disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam beberapa kesempatan. Dia mengajak seluruh pihak untuk terlibat membantu proses pemulihan wilayah terdampak bencana.

Langkah nyata dilakukan melalui pelepasan aparatur sipil negara (ASN) ke lokasi terdampak bencana. Para ASN dikerahkan tidak hanya untuk membantu pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memastikan layanan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan, mulai dari kebersihan lingkungan, akses fasilitas umum, hingga dukungan pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor sejak akhir November lalu.

Meuseuraya tidak hanya mencerminkan kebudayaan Aceh, tetapi juga menjadi perekat sosial yang menjaga harmoni dan solidaritas masyarakat. Nilai ini menjadi bagian dari identitas Aceh yang terus hidup dan berperan dalam berbagai kondisi kehidupan masyarakat. (Arief Budi Mulia)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Kalau Orang Jahat Mengejek, Berarti Kita Benar
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Takut Diserang Duluan, Netanyahu Minta Tolong Putin Sampaikan Pesan ke Iran
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Aktivasi MFA ASN Digital BKN 2026, Penting untuk Jaga Keamanan Data Pegawai
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Banyak Artis Cuma Janji Mau Bantu, Diding Boneng: Harapan Boleh, Kecewa Jangan
• 22 jam laluintipseleb.com
thumb
Saksi Kasus Chromebook Akui Terima USD 7.000 Meski Tak Lagi Menjabat
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.