SITUASI politik di Venezuela memanas menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, memberikan pernyataan resmi, Senin (5/1) WIB yang mengecam keras tindakan tersebut dan melaporkan adanya korban jiwa dalam skala besar dari pihak pengamanan kepresidenan.
Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional, Padrino menuduh personel militer AS bertindak kejam selama operasi yang berlangsung pada Sabtu (3/1) lalu.
Padrino mengungkapkan bahwa sebagian besar tim pengamanan presiden (Paspampres) tewas saat mencoba mempertahankan posisi mereka.
Padrino menegaskan bahwa operasi tersebut telah “secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil yang tidak bersalah.”
Meskipun demikian, Menhan Venezuela tersebut belum merinci total jumlah korban jiwa yang jatuh dalam insiden berdarah itu.
Penahanan Maduro di New YorkPernyataan dari Caracas ini muncul hanya berselang sehari setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pengumuman mengejutkan. Trump mengonfirmasi bahwa aksi militer AS telah berhasil menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Maduro kini dilaporkan tengah mendekam di sebuah fasilitas penahanan di New York. Ia menghadapi serangkaian tuduhan berat, mulai dari keterlibatan dalam pengiriman narkotika ke AS hingga tuduhan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui manipulasi hasil pemilu.
Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa AS akan menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu.
Gedung Putih bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan lebih banyak pasukan jika situasi di lapangan memerlukan intervensi tambahan.
Transisi Pemerintahan dan Status DaruratMenanggapi kekosongan kekuasaan di ibu kota, Mahkamah Agung Venezuela bergerak cepat dengan menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera menjabat sebagai presiden sementara.
Langkah ini diambil guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan di tengah krisis kedaulatan yang sedang terjadi.
Padrino menyatakan bahwa angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh kepada Rodriguez. Namun, ia tetap menegaskan bahwa di mata militer, Maduro adalah “pemimpin sah dan autentik” Venezuela. Ia juga menuntut agar dunia internasional turun tangan melihat situasi ini.
“Kami menuntut dunia internasional untuk memberi perhatian penuh terhadap segala hal yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusi kami,” ujar Padrino dalam tuntutannya untuk membebaskan Maduro dan istrinya secepat mungkin.
Saat ini, seluruh wilayah Venezuela berada di bawah dekret status darurat eksternal.
Padrino memastikan bahwa militer akan menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menjaga ketertiban dalam negeri dan memelihara perdamaian di tengah tekanan dari pihak asing. (Ant/Z-1)



