Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Aceh Tamiang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa musibah yang dialami suatu daerah tidak boleh menjadi alasan bagi pelajar untuk berhenti bermimpi dan bercita-cita.
Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi pembina upacara hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SMA Negeri 4 Kejuruan, Kabupaten Aceh Tamiang.
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa musibah bukanlah hukuman, melainkan pelajaran hidup yang membentuk ketangguhan, kesabaran, dan kreativitas dalam menghadapi tantangan.
“Musibah bukan hukuman. Musibah adalah pelajaran yang menempa kita menjadi manusia-manusia yang kuat, tabah, dan kreatif untuk mengatasi masalah dengan penuh percaya diri,”kata Mu’ti di hadapan para siswa melalui YouTube Kemendikdasmen, Senin, 5 Januari 2026.
Dalam suasana pemulihan pascabencana, ia mengajak seluruh pelajar Aceh Tamiang untuk tetap optimistis dan tidak kehilangan harapan terhadap masa depan. Menurutnya, mereka yang mampu bangkit dari keterbatasan justru memiliki peluang lebih besar untuk menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter.
“Mereka yang mengalami musibah bukanlah orang yang kalah. Mereka adalah orang-orang yang mampu bangkit dan merajut masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Mu’ti menegaskan bahwa kehilangan akibat bencana, baik harta benda maupun kenyamanan hidup, tidak boleh memadamkan cita-cita dan semangat belajar generasi muda.
“Kita mungkin kehilangan banyak hal, tetapi kita tidak boleh kehilangan mimpi, optimisme, dan semangat untuk belajar,” tegasnya.
Ia juga menyebut para pelajar sebagai harapan bangsa yang akan menentukan arah Indonesia ke depan. Karena itu, ia mendorong siswa untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, meskipun harus belajar dalam kondisi yang serba terbatas.
“Kalianlah harapan Indonesia di masa depan. Teruslah belajar dan menuntut ilmu demi masa depan kalian dan masa depan bangsa,” ucapnya.
Mengakhiri amanatnya, Mu’ti mengajak para siswa untuk menumbuhkan keyakinan pada diri sendiri melalui yel-yel penyemangat sebagai simbol optimisme dan keberanian menghadapi tantangan.
“Ketika saya mengatakan ‘saya bisa’, kalian semua juga harus mengatakan ‘saya bisa’,”ujar, yang disambut antusias oleh para pelajar.
Upacara hari pertama sekolah tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan semangat belajar dan optimisme pelajar Aceh Tamiang dalam menapaki semester baru, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi kunci utama membangun masa depan bangsa.
Editor: Redaksi TVRINews

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)

