Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Aceh Tamiang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti kondisi sekolah dan fasilitas belajar di Aceh Tamiang yang belum sepenuhnya pulih pascabencana. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana tidak boleh menghambat semangat belajar para siswa.
Menurut Abdul Mu’ti, semangat dan kemauan untuk belajar menjadi kunci utama agar pendidikan tetap berjalan di tengah keterbatasan.
“Kalau pun harus belajar dengan keterbatasan, bahkan di lantai sekalipun, semangat itu yang mampu melampaui semua kekurangan,”ujar Mu’ti saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri 4 Kejuruan, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026 (awal semester genap 2026).
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, para guru, serta masyarakat Aceh Tamiang yang terus bergotong royong memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tengah proses pemulihan pascabencana.
“Ini menunjukkan besarnya dedikasi dan kepedulian semua pihak agar anak-anak Indonesia tetap mendapatkan pendidikan yang bermutu,” tegasnya.
Ia memastikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang terdampak bencana untuk mendapatkan dukungan pemulihan dan revitalisasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara optimal.
Upacara hari pertama masuk sekolah tersebut pun menjadi simbol kebangkitan pendidikan di Aceh Tamiang, sekaligus penguat semangat bagi para pelajar untuk terus melangkah maju meski masih berada dalam situasi pemulihan.
Editor: Redaksi TVRINews


