LUBUK BASUNG, KOMPAS.TV - Warga di sekitar aliran Sungai Muaro Pisang, Nagari (Desa) Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, khawatir dengan banjir bandang susulan di wilayah tersebut.
Warga di sekitar Pasar Maninjau dilaporkan masih mengungsi setelah terjadi banjir bandang susulan melanda daerah tersebut.
Banjir bandang susulan diketahui terjadi di area Pasar Maninjau pada Kamis (1/1/2026) dini hari. Banjir tersebut sempat memutus akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Kota Bukittingi.
Seorang warga di Pasar Maninjau bernama Wita mengatakan banyak warga hampir setiap malam tidak bisa tidur usai banjir susulan. Warga pun masih mengungsi di musala setempat.
"Saya ketakutan tinggal di rumah, karena banjir bandang susulan sering terjadi saat hujan maupun kondisi cuaca panas," kata Wita di Pasar Maninjau, Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Soal Pilkada Lewat DPRD, Politikus PDI-P: Harga Mengambil Hak Rakyat Lebih Mahal dari Biaya Politik
Wita mengatakan bunyi gemuruh hampir setiap saat terdengar dari hulu Sungai Muaro Pisang. Warga pun ketakutan karena cuaca buruk sempat memicu tanah longsor dari perbukitan.
Menurutnya, sebanyak 44 kepala keluarga masih mengungsi di musala sejak terjadinya banjir bandang dan longsor susulan.
"Di musala tempat saya mengungsi, ada 44 kepala keluarga dengan jumlah ratusan orang mengungsi di sini," ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Agam, Albert, mengatakan luapan air Sungai Muaro Pisang harus disikapi serius karena berdampak terhadap warga.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- banjir sumatera
- banjir bandang
- kabupaten agam
- banjir kabupaten agam
- banjir bandang susulan

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2220237/original/006632000_1526799014-Indonesia-Darurat-Sampah-Plastik4.jpg)


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F03%2F17%2F602e88263bffef0fdb009211319f9fed-20250317WEN10.jpg)
