TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Jalan Raya Otista di Ciputat rusak bukan tanggung jawab kewenangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel, Kemal, mengatakan perbaikan jalan rusak tersebut merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).
Meskipun begitu, pihaknya mengaku telah menerima laporan tersebut dari warga dan melakukan pengecekan ke lokasi.
"Kerusakannya menyebabkan laju kendaraan melambat. Dari petugas Dinas SDABMBK telah melakukan pengecekan ke lapangan," ujar Kemal saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Warga Sebut Jalan Otista Tangsel yang Rusak Baru Dibenahi 3 Bulan Lalu
Kemal menjelaskan, Jalan Raya Otista adalah jalan nasional, sehingga aset dan kewenangan perawatan berada di bawah KemenPU.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=jalan rusak, Pemkot Tangerang Selatan, pasar cimanggis, jalan rusak Ciputat, kewenangan KemenPU, Dinas SDABMBK Tangsel&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8xMDM5NDMwMS9qYWxhbi1vdGlzdGEtcnVzYWsteWFuZy1kaWtlbHVoa2FuLXdhcmdhLWJ1a2FuLWtld2VuYW5nYW4tcGVta290LXRhbmdzZWw=&q=Jalan Otista Rusak yang Dikeluhkan Warga Bukan Kewenangan Pemkot Tangsel§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Oleh sebab itu, laporan yang diterima oleh Dinas SDABMBK, maka diteruskan langsung ke KemenPU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Banten.
"Kami telah berkomunikasi kepada BPJN Wilayah Banten untuk segera melakukan perbaikan," kata dia.
Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi Jalan Otista di dekat Pasar Cimanggis yang kembali rusak.
Padahal, jalanan tersebut baru dibenahi sekitar tiga bulan lalu. Kerusakan berupa lubang-lubang kecil dan aspal yang mengelupas hingga menimbulkan batu kerikil tersebut dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas serta membahayakan pengendara.
“Sering dibetulin sih, tapi rusak lagi. Sekitar tiga bulan yang lalu jalan itu dibetulin,” ujar pedagang Pasar Cimanggis, Doni Putra (31), saat ditemui Kompas.com, Jumat (2/1/2026).
Kondisi ruas jalan sepanjang sekitar 50 meter tersebut dipenuhi lubang dan tertutup genangan air berwarna cokelat.
Baca juga: Joy-Con Misterius di Aspal Jalan Sudirman yang Bikin Penasaran
Dari genangan itu tercium bau tidak sedap karena bercampur dengan air lindi sampah yang sebelumnya sempat menumpuk di sepanjang jalan.
Kerikil dan pecahan aspal terlihat berserakan di sejumlah titik.
Material aspal tersebut hancur saat dilintasi berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus.
Rusaknya jalan membuat kendaraan yang melintas terpaksa melaju dengan kecepatan rendah sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



