Psikolog Forensik Curiga Pencuri yang Ditangkap Bukan Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS: Jangan-jangan ...

grid.id
1 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID - Psikolog forensik Reza Indragiri buka suara terkait penangkapan pelaku pembunuhan anak politikus PKS Kota Serang, Maman Suherman. Reza curiga bahwa pencuri yang ditangkap bukanlah pelaku pembunuhan.

Dikabarkan sebelumnya bahwa polisi telah menangkap pelaku pembunuhan MAHM (9), anak dari politikus PKS Kota Serang, Maman Suherman, pada Jumat (2/1/2026). Pelaku, HA (30), ditangkap saat mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon.

Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan. Ia membenarkan bahwa HA ditangkap saat melakukan upaya pencurian di rumah Roisyudin.

Dari hasil interogasi polisi, diketahui bahwa pencuri tersebut adalah pelaku pembunuhan anak politikus PKS, Maman Suherman, MAHM.

"Iya (ditangkap saat sedang mencuri)," kata Dian, dikutip dari Kompas.com.

HA ditangkap setelah kepergok oleh asisten rumah tangga (ART) Roisyudin. Pelaku sempat bersembunyi hingga sang ART kemudian meminta bantuan warga untuk melapor ke polisi.

Beraksi Saat Rumah Kosong

Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana membenarkan bahwa HA diringkus saat mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Ia awalnya tidak tahu bahwa pelaku ada kaitannya dengan pembunuhan di rumah Maman Suherman pada Selasa (16/12/2025) lalu.

"Iya, ditangkap di rumah saudara. Memang saat itu saya tidak ada di lokasi," ujar Dede.

"Sebelumnya tidak engeh, kami tidak tahu kalau itu ada kaitannya dengan peristiwa di BBS. kami baru tahu malam harinya. Saat kami menelepon polisi, ternyata dari hasil pengembangan, pelaku memiliki keterkaitan dengan kasus di BBS," jelasnya.

Menurutnya, pencuri tersebut beraksi saat rumah dalam kondisi kosong. Diketahui bahwa sang pemilik rumah tengah berada di BSD karena memang memiliki rumah di sana, sehingga pada hari Minggu rumah tersebut kosong.

 

"Soalnya setiap hari Sabtu-Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD, karena punya rumah juga di BSD. Kalau hari Minggu itu memang tidak ada orang," lanjutnya.

Dede Rohana pun membeberkan barang-barang yang hampir dirampas oleh sang pencuri.

"Hari Minggu (28/12) itu terjadi pencurian. Yang hilang perhiasan, dan brankas sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan," ucap Dede.

Lalu pada momen Tahun Baru, pencuri kembali beraksi karena belum berhasil membawa brankas. Ia pun kembali ke lokasi dan di rumah tersebut hanya ada ART.

"Pelaku ini sepertinya melanjutkan aksinya karena sebelumnya belum berhasil membongkar brankas," jelasnya.

Namun saat kepergok ART, pencuri itu terpeleset saat akan melarikan diri. Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh ART untuk mencari bantuan.

Dikabarkan bahwa pencuri itu juga membawa senjata api sehingga warga tak berani untuk meringkus pelaku. Namun belakangan diketahui bahwa pistol tersebut hanyalah pistol mainan.

"Ternyata setelah ditangkap, pistol tersebut pistol mainan jenis pistol gas. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang," jelasnya.

Tanggapan Psikolog Forensik

Psikolog Forensik Reza Indragiri berpendapat bahwa polisi terlalu cepat menyimpulkan dan mengumumkan. Ia pun meragukan bahwa pencuri yang ditangkap adalah pelaku pembunuhan anak politikus PKS.

Menurutnya, tak ada bukti pendukung kuat, seperti foto atau sketsa wajah pelaku atau rekaman CCTV yang membuktikan bahwa HA adalah pelaku pembunuhan. Penetapan polisi hanyalah berdasarkan pengakuan dari pelaku pencurian.

 

“Faktanya, tidak ada foto atau sketsa wajah pelaku pembunuhan untuk dibandingkan dengan wajah pelaku pencurian, baik dari rekaman CCTV maupun deskripsi saksi,” ujar Reza, dikutip dari Tribun Tangerang.

Selain itu, hingga saat ini belum disampaikan adanya bukti kecocokan antara sidik jari HA dengan sidik jari yang ditemukan di lokasi pembunuhan.

Lebih lanjut, Reza juga menyoroti motif pelaku yang berbeda di dua lokasi. Yang pertama, pelaku menyatroni rumah Maman Suherman tanpa melakukan pencurian.

Kemudian motif yang kedua, pelaku melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD. Dua motif yang berbeda ini menurut Reza terasa janggal.

"Berarti pelaku yang sama memiliki dua motif berbeda saat menyatroni dua rumah?" kata Reza.

"Atau, jangan-jangan pelaku pencurian bukanlah pelaku pembunuhan?" lanjutnya.

Reza pun kembali mengungkit soal pembunuhan terhadap MAHM yang sangat brutal pada Selasa (16/12/2025). Menurutnya, serangan brutal terhadap korban berpotensi membuat pelaku ketakutan dan cenderung melarikan diri atau mengisolasi diri, bukan justru kembali beraksi.

“Menjadi mencengangkan jika dua pekan setelah pembunuhan, pelaku yang sama kembali beraksi melakukan pencurian,” lanjutnya.

Reza pun kembali mengingatkan bahwa proses hukum seharusnya tidak hanya mengandalkan pengakuan pelaku pencurian, terlebih apabila pengakuan tersebut dalam kondisi tertekan.

“Kemungkinan coerced false confession terbuka lebar,” ujarnya.

Untuk itu, polisi harus tetap mengedepankan pembuktian ilmiah dan minimal memiliki dua alat bukti yang sah. Hal ini dilakukan agar kasus pembunuhan anak politikus PKS, Maman Suherman, dapat terungkap sesuai fakta yang sebenar-benarnya.

 

"Polisi harus memiliki minimal dua alat bukti yang sah agar kasus ini benar-benar terungkap sesuai fakta dan ketentuan hukum,” tambahnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ikhlas Bagi-bagi Harta Peninggalan Gary Islak, Richa Novisha Justru Simpan Jersey dengan Nomor Ini
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Polisi Temukan Pisau yang Dipakai Membunuh Anak Politisi PKS
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ramai Ditakuti Publik, Komisi III DPR Beberkan Poin Krusial dalam KUHP Baru
• 14 jam laludisway.id
thumb
BNPB Perkuat Upaya Antisipasi Bencana Lanjutan di Wilayah Terdampak
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Puasa Ramadan 2026 Dimulai Kapan? Ini Prediksi Resminya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.