PELATIH timnas Turki, Vincenzo Montella, menyatakan optimisme tinggi membawa skuadnya menembus putaran final Piala Dunia 2026. Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko tersebut menjadi target utama Turki untuk kembali bersinar di kancah internasional.
Langkah Turki menuju panggung dunia kini bergantung pada perjuangan mereka di babak playoff zona Eropa.
Berdasarkan hasil undian, tim berjuluk The Crescent-Stars tersebut tergabung di Path C. Perjuangan hidup-mati mereka akan dimulai pada laga semifinal melawan timnas Rumania yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026.
"Kami percaya pada diri kami sendiri dan target kami tetap lolos ke Piala Dunia," ujar Montella, dikutip dari laman resmi FIFA.
Skenario Menuju Putaran FinalJalan yang harus ditempuh Turki tidaklah mudah. Jika berhasil menaklukkan timnas Rumania di semifinal, mereka masih harus menghadapi satu laga final penentu.
Di partai puncak tersebut, timnas Turki akan bertemu dengan pemenang dari pertandingan antara timnas Slovakia melawan timnas Kosovo. Kemenangan di laga final inilah yang akan mengunci tiket mereka ke Amerika Utara.
Montella menekankan bahwa timnya akan mencurahkan segala kemampuan untuk melewati tantangan ini. Ia memilih untuk tetap fokus pada setiap tahapan yang ada di depan mata.
"Kami memiliki dua laga final yang akan datang, dan kami menjalaninya selangkah demi selangkah dalam upaya mencapai target," kata pelatih asal Italia tersebut.
Jika skenario kemenangan di babak playoff terwujud, Turki dipastikan akan masuk ke dalam Grup D. Di sana, mereka telah dinanti oleh lawan-lawan kompetitif, yaitu tuan rumah Amerika Serikat, Paraguay, dan Australia.
Mengulang Memori Emas 2002Pertandingan playoff pada Maret mendatang bukan sekadar laga perebutan tiket biasa. Bagi Turki, ini adalah momentum untuk mengakhiri puasa panjang selama 24 tahun. Terakhir kali Turki mencicipi atmosfer Piala Dunia adalah pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
Kala itu, Turki tampil sebagai tim kejutan yang luar biasa. Meski langkah mereka dihentikan oleh Brasil di semifinal, mereka sukses merebut predikat juara ketiga setelah menumbangkan tuan rumah Korea Selatan dalam laga perebutan tempat ketiga yang ikonik.
Hingga saat ini, prestasi di 2002 tersebut tetap menjadi pencapaian tertinggi dalam sejarah sepak bola Turki.
Kini, di bawah asuhan Montella, masyarakat Turki berharap generasi saat ini mampu mengulang, atau bahkan melampaui, kejayaan masa lalu. (Ant/Z-1)





