Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi peluncuran rudal hipersonik "mutakhir" untuk mempersiapkan kekuatan nuklir Pyongyang untuk perang. Demikian dilaporkan media pemerintah Korut pada hari Senin (5/1), menyatakan bahwa "krisis geopolitik" membuat uji coba tersebut semakin mendesak, sebagai isyarat jelas terhadap serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela akhir pekan ini.
Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan dan Jepang mengatakan pada hari Minggu (4/1), bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran dua rudal balistik dari dekat Pyongyang, ibu kota Korut, uji coba rudal yang pertama oleh negara itu tahun ini. Peluncuran dilakukan hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menuju China untuk sebuah pertemuan puncak.
Lee mengatakan dia berharap dapat menggunakan kunjungannya untuk memanfaatkan pengaruh China atas Korea Utara untuk meningkatkan hubungan Seoul dengan Pyongyang.
Pada hari Senin, media pemerintah Korut, KCNA mengutip Kim Jong Un yang mengatakan bahwa uji coba tersebut menunjukkan "kesiapan pasukan nuklir DPRK", merujuk pada Korea Utara dengan singkatan nama resminya.
"Pencapaian penting telah dilakukan baru-baru ini dalam menempatkan pasukan nuklir kita pada basis praktis dan mempersiapkannya untuk perang yang sebenarnya," kata Kim seperti dikutip oleh KCNA, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1/2026).
Aktivitas Pyongyang itu, ujar Kim, "bertujuan untuk secara bertahap menempatkan penangkal perang nuklir pada basis yang sangat maju".
Foto-foto yang dibagikan oleh media pemerintah menunjukkan Kim sedang menghisap rokok ditemani oleh para pejabat tinggi saat sebuah rudal melesat ke langit pagi hari.
"Mengapa hal itu diperlukan telah dicontohkan oleh krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit," kata Kim, sebuah referensi yang jelas terhadap penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Washington pada akhir pekan lalu.
Pyongyang mengutuk penangkapan itu sebagai "pelanggaran serius terhadap kedaulatan yang dengan jelas menegaskan sekali lagi sifat barbar dan brutal AS".
(ita/ita)




