Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung soal "Doktrin Monroe", kebijakan dari presiden abad ke-19, sebagai pembenaran atas serangan militer terhadap Venezuela, yang menuai kritikan global. Apa itu yang dimaksud dengan "Doktrin Monroe"?
Trump dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (6/1/2026), menyebut serangan pasukan AS yang berujung penangkapan Presiden Nicolas Maduro di Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) waktu setempat sebagai pembaruan Doktrin Monroe.
Doktrin Monroe merupakan deklarasi yang dirumuskan pada tahun 1832 silam oleh Presiden ke-5 AS, James Monroe, yang bertujuan untuk memperkuat lingkup pengaruh AS di benua Amerika.
Trump, dalam pernyataannya pada Sabtu (3/1) waktu AS, menambahkan bahwa AS akan "mengelola negara tersebut" sampai "transisi yang aman, tepat, dan bijaksana" dapat dilakukan.
"Doktrin Monroe adalah hal yang penting, tetapi kita telah jauh melampauinya, jauh sekali. Sekarang mereka menyebutnya sebagai dokumen Donroe," kata Trump, menambahkan inisial namanya ke dalam dokumen tersebut.
"Dominasi Amerika di Belahan Bumi Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi," tegasnya.
Apa Isi Doktrin Monroe?
Doktrin Monroe pada dasarnya mendesak pembagian dunia menjadi wilayah pengaruh yang diawasi oleh kekuatan-kekuatan yang berbeda.
Monroe pertama kali berbicara tentang doktrin ini pada 2 Desember 1823, dalam pidato kenegaraan tahunan ke-7 yang disampaikan di hadapan Kongres AS. Namun nama Doktrin Monroe baru digunakan beberapa dekade kemudian.
(nvc/ita)





