CARACAS, KOMPAS.TV - Operasi tengah malam yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) di Caracas, Venezuela, telah menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dari rumahnya di pangkalan militer.
Kini, Maduro berada di New York dan akan menghadapi persidangan perdana pada Senin (5/1/2026) di pengadilan federal Manhattan.
Menurut Distrik Selatan New York, Maduro diperkirakan akan hadir di pengadilan federal di Lower Manhattan pada Senin pukul 12 siang waktu setempat.
Seperti dikutip dari NBC New York, Hakim Distrik AS Alvin K. Hellerstein telah ditugaskan menangani kasus tersebut.
Para pengunjuk rasa berkumpul pada Minggu di luar Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn, tempat Maduro ditahan, untuk mengecam intervensi AS di Venezuela. Mereka meneriakkan "Jangan sentuh minyak Venezuela" dan "Tidak, tidak ada pertumpahan darah untuk minyak."
Sementara pengunjuk rasa yang lain membawa poster bertuliskan antara lain "Tidak ada Perang AS di Venezuela", "Hentikan Pemboman Venezuela", dan "AS Keluar dari Karibia".
Dalam unjuk rasa itu, polisi tampak berada di lokasi kejadian. Mereka terlihat memasang penghalang logam.
Baca Juga: Trump Yakin Hubungan AS-China Tak Akan Dirusak Penangkapan Presiden Venezuela
Seperti dikutip dari The Associated Press, Maduro dan pejabat Venezuela lainnya didakwa pada 2020 atas tuduhan konspirasi terorisme narkoba. Departemen Kehakiman AS telah merilis dakwaan baru pada Sabtu terhadap Maduro dan istrinya.
Dalam dakwaan itu, pemerintahan Maduro digambarkan sebagai pemerintahan yang korup dan tidak sah, yang didorong oleh operasi perdagangan narkoba yang membanjiri AS dengan kokain. Pemerintah AS tidak mengakui Maduro sebagai pemimpin negara tersebut.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Associated Press, NBC New York, The Atlantic
- maduro ditangkap AS
- pengadilan untuk maduro
- venezuela
- donald trump




