JAKARTA, KOMPAS.com - Tawuran antarkelompok pelajar di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Bidara Cina, Jakarta Timur, pada Selasa (6/1/2026) sore, bukanlah peristiwa pertama.
Abdullah, warga Bidara Cina sekaligus saksi mata, mengatakan bahwa tawuran di lokasi tersebut sudah sering terjadi. Warga kerap menasihati para pelajar agar tidak melakukan aksi kekerasan, tetapi imbauan tersebut tidak diindahkan.
"Ini bukan yang pertama kali. Ini udah sering kali terjadi. Di sini ya, khususnya. Kalau kebetulan ada saya juga, saya suka-suka bilangin. Dari pada kumpul-kumpul di sini, gitu kan," ucap Abdullah saat ditemui di Jalan Otista, Selasa (6/1/2026).
Baca juga: 2 Balita Diduga Ditinggal Orangtua di Rumah Jatinegara, 1 Terjatuh dari Balkon
Ia menuturkan, frekuensi tawuran yang berulang membuat warga sekitar semakin resah.
"Pasti resah lah, bukan saya aja. Seluruh warga sini udah resah. Meresahkan masyarakat. Itu sangat meresahkan," ungkapnya.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=tawuran pelajar, tawuran di otista jakarta timur&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNi8yMTE3MTkzMS90YXd1cmFuLWFudGFya2Vsb21wb2stcGVsYWphci1kaS1qYWxhbi1vdGlzdGEtc2VyaW5nLXRlcmphZGktd2FyZ2EtcmVzYWg=&q=Tawuran Antarkelompok Pelajar di Jalan Otista Sering Terjadi, Warga Resah§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Abdullah memastikan para pelajar yang terlibat tawuran bukan warga sekitar maupun berasal dari sekolah di wilayah Bidara Cina.
Ia pun berharap aparat keamanan segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Harapannya ya harus ada yang ambil tindakan. Ya mungkin dari aparat, gitu kan. Mungkin ada diadain operasi. Dan saya sih cuma kasih saran ya. Mungkin kalau aparat lebih ngerti ya," ungkapnya.
Menurut Abdullah, tawuran pada Selasa sore tersebut melibatkan penggunaan senjata tajam jenis celurit serta lemparan batu.
Baca juga: Duduk Perkara Penculikan Anak oleh Ayahnya di Kelapa Gading
"(Korban) Kelanjutannya saya enggak tahu, karena dia posisinya pindah dari sini ke arah Kampung Melayu ke arah terminal," jelasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



