Diterpa Bencana, Inflasi Aceh, Sumbar, dan Sumut Meroket pada Desember 2025

bisnis.com
2 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bencana banjir hingga longsor yang menghantam wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir tahun lalu terbukti memukul stabilitas harga barang secara signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga provinsi tersebut mengalami tekanan inflasi yang tinggi di atas rata-rata nasional pada Desember 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan Aceh tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tahunan (year on year/ YoY) tertinggi di Indonesia, yakni menembus 6,71%. Angka ini jauh melampaui inflasi nasional yang berada di level 2,92%.

"Secara tahunan dapat kita lihat bahwa seluruh provinsi mengalami inflasi dan inflasi tertinggi terjadi di Aceh yaitu sebesar 6,71%," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Tak hanya Aceh, Sumatra Barat (Sumbar) mencatatkan inflasi tinggi sebesar 5,15% YoY, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Pulau Sumatra. Sementara itu, Sumatra Utara (Sumut) menyusul dengan tingkat inflasi sebesar 4,66% YoY.

Secara bulanan (month on month/MoM), Aceh mengalami inflasi 3,6%. Sementara itu, Sumut sebesar 1,66% dan Sumbar senilai 1,48%.

Baca Juga

  • BPS Catat Inflasi Desember Membengkak, Tembus 0,64%
  • Kolombia Naikkan Upah Minimum 23% pada 2026 walau Ada Risiko Inflasi
  • Konsensus Ekonom Proyeksi Inflasi Melonjak pada Desember 2025

Sebagai perbandingan, pada bulan sebelumnya atau November 2025, Aceh masih mencatatkan deflasi alias penurunan harga sebesar 0,67% MoM, Sumut deflasi 0,41% MoM, dan Sumbar deflasi 0,24% MoM.

Kondisi di wilayah barat ini kontras dengan wilayah lain yang relatif stabil. BPS mencatat inflasi terendah terjadi di Sulawesi Utara, yang hanya mencatatkan kenaikan harga sebesar 1,23% YoY dan 0,51% MoM.

Sebelumnya, BPS menjelaskan bahwa dampak bencana alam terhadap harga-harga komoditas di wilayah tersebut belum tecermin dalam rilis inflasi November 2025.

Menurutnya, bencana hidrometeorologi di ketiga wilayah tersebut baru terjadi pada akhir periode pencatatan sehingga belum memengaruhi rata-rata harga konsumen secara signifikan pada November 2025.

"Bencana yang terjadi di tiga wilayah saat ini, ini terjadi di pertengahan minggu keempat November. Jadi, tidak terjadi [dampaknya] bulan ini," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (1/12/2025).

Pudji mengungkapkan bahwa dampak bencana, seperti gangguan distribusi logistik dan kerusakan infrastruktur pasar, diproyeksikan baru akan terlihat pada rilis data inflasi bulan depan (Desember 2025).

"Karena kita tahu juga kondisinya mengakibatkan kendala infrastruktur, sehingga pasar tempat pelaksanaan survei IHK juga terkena bencana seperti yang terjadi di Sibolga saat ini," jelasnya.

Oleh karena itu, Pudji menegaskan bahwa potret inflasi akibat guncangan pasokan alias supply shock dari bencana alam di tiga wilayah Sumatra ini baru akan terbaca pada laporan periode berikutnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenkomdigi Temukan Grok AI di X Bisa Manipulasi Foto Pribadi untuk Konten Pornofografi 
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Polisi Sebut Anrez Adelio Rekam Hubungan Suami Istri Tanpa Sepengetahuan Pelapor
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Bea Cukai sita rokok ilegal senilai ratusan miliar di Pekanbaru
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
AS Roma Kembali ke Jalur Kemenangan Usai Tundukkan Lecce 2-0
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
7 Artis Pacaran Beda Agama yang Berujung Menikah
• 1 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.