Jakarta, ERANASIONAL.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia mengalami penurunan US$22,52 miliar sepanjang November 2025. Nilai tersebut turun 6,60 persen secara tahunan (year or year atau yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$24,11 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (BPS) Pudji Ismartini mengatakan, penurunan ini disebabkan oleh nilai ekspor komoditas non-migas (minyak dan gas).
Dia menambahkan ekspor migas tercatat anjlok 32,88% yoy menjadi US$ 21,64 miliar pada November 2025, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 22,80 miliar.
Sementara ekspor nonmigas turun 5,09% yoy menjadi US$ 0,88 miliar pada November 2025 dibandingkan tahun sebelumnya US$ 1,31 miliar.
“Penurunan ekspor November didorong ekspor nonmigas bahan bakar mineral atau HS 27 yang turun 18,89% dengan andil minus 2,77%. Lemak dan minyak hewani nabati turun 18,81% dengan andil minus 2,12%, serta besi dan baja turun 17,14% dengan andil minus 1,71%,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).
Secara tahunan, BPS mencatat ekspor Indonesia juga mengalami kontraksi, terutama dari sektor pertambangan dan lainnya yang turun 22,28% dengan andil 3,55%.
Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya nilai ekspor sejumlah komoditas utama seperti batu bara, bijih tembaga, lignit, neobium, hingga bijih titanium.



