China Berlakukan Larangan Ekspor ke Militer Jepang

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

China melarang ekspor barang-barang dwiguna yang dapat digunakan untuk tujuan militer ke Jepang.

China Berlakukan Larangan Ekspor ke Militer Jepang. (Foto: Freepik)

IDXChannel - China melarang ekspor barang-barang dwiguna yang dapat digunakan untuk tujuan militer ke Jepang.

Dilansir dari AP pada Rabu (7/1/2026), langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara terkait Taiwan.

Baca Juga:
Meksiko Resmi Naikkan Tarif Impor, China dan RI Terdampak

Kementerian Perdagangan China menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ekspor barang-barang tersebut, yang dapat digunakan untuk tujuan sipil dan militer, kepada militer Jepang dan pihak lainnya yang dapat membantu meningkatkan kekuatan militer Jepang dilarang.

"Setiap individu atau organisasi yang melanggar aturan dengan mentransfer atau menyediakan produk buatan China ini kepada kelompok dan individu Jepang akan menghadapi konsekuensi hukum, terlepas dari asal mereka," kata kementerian tersebut.

Baca Juga:
China Desak AS Lepaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Pemberitahuan tersebut tidak menyebutkan atau menjelaskan barang-barang spesifik, tetapi beberapa ekspor, khususnya di sektor teknologi seperti drone dan sistem navigasi, dapat diadaptasi untuk penggunaan militer.

Jepang memprotes keras larangan ekspor tersebut. Tokyo mengatakan bahwa larangan ekspor ini menyimpang dari praktik internasional dan menuntut agar kebijakan tersebut dicabut.

Baca Juga:
Xi Jinping Pede China Capai Target Pertumbuhan 5 Persen pada 2025

Hubungan antara Jepang dan China memburuk sejak akhir tahun lalu setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan bahwa militer Jepang dapat melakukan intervensi jika China melancarkan operasi militer di Taiwan.

China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya yang memberontak. Beijing tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai pulau itu.

Minggu lalu, China meluncurkan latihan militer skala besar di sekitar Taiwan selama dua hari untuk memperingatkan terhadap apa yang disebutnya sebagai kekuatan separatis dan ancaman eksternal. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Memelopori diplomasi damai di tengah strategi "lawfare" AS
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Said Didu: Rakyat Penumpang dan Penguasa Pemilik
• 4 jam lalufajar.co.id
thumb
Prabowo Cairkan Bonus SEA Games 2025, Atlet Peraih Medali Emas Terima Rp1 Miliar
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indeks Bisnis-27 Ditutup Turun, Saham ADRO, BBNI & BBRI Justru Melaju
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Jhon Sitorus Geram, Demokrat Dicap “Partai Pecundang” soal Pilkada
• 22 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.