Trump Ancam Serang Kolombia

kumparan.com
2 hari lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melancarkan operasi militer terhadap Pemerintah Kolombia. Hal itu disampaikan Trump di atas Pesawat Air Force One pada Minggu (4/1).

Ketika ditanya wartawan apakah pihaknya akan melakukan operasi militer terhadap Kolombia, Trump menyebut hal semacam itu “terdengar bagus”.

“Kedengarannya bagus bagi saya,” ujar Trump, seperti dikutip dari Reuters.

Trump menyebut Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai orang sakit.

“Kolombia juga sangat sakit, dipimpin oleh orang sakit, yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan melakukannya lama lagi,” kata dia.

Komentar tersebut muncul pascapenangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat dalam penggerebekan yang membawanya ke New York atas tuduhan perdagangan narkoba.

Hubungan AS-Kolombia Tegang

Adapun ketegangan antara AS-Kolombia mencuat pada akhir 2025 lalu. Ketika itu, saat memimpin rapat kabinet di Gedung Putih, Trump mengancam akan menyerang negara mana pun yang memperdagangkan narkoba ke AS.

"Siapa pun yang melakukan hal itu dan menjualnya ke negara kita akan menjadi sasaran serangan," kata Trump, seperti dikutip dari Reuters.

Dalam rapat itu, Trump sedang membahas perdagangan narkoba seperti kokain di Kolombia.

Komentar Trump soal serangan langsung direspons oleh Presiden Kolombia Gustavo Petro. Ia menyebut Kolombia menghancurkan laboratorium narkoba setiap 40 menit tanpa rudal.

Trump juga blak-blakan menuding Pemerintah Kolombia memproduksi narkoba dan mengancam siap menyerang negara itu.

“Saya dengar Kolombia membuat kokain, mereka punya pabrik kokain dan mereka menjual kokain ke kami,” ucap Trump.

Petro pun menegaskan akan membalas serangan AS ke negaranya jika ancaman itu benar-benar diwujudkan.

“Jangan ancam kedaulatan kami, atau kalian akan membangunkan jaguar. Menyerang kedaulatan kami adalah deklarasi perang,” kata Petro.

Serangan ke Venezuela

Sementara itu, pada Sabtu (3/1) dini hari lalu, AS melancarkan rentetan serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas. Operasi militer tersebut berujung dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elite AS.

Setelah ditangkap, Maduro bersama Istrinya dibawa ke New York. Wali Kota New York Zohran Mamdani menyebut Maduro dan istrinya, Celia Flores, akan dijebloskan di penjara federal New York.

"Saya diberi tahu militer AS, bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya yang baru saja ditangkap, akan dipenjara di penjara federal kota New York," ucapnya di akun X resminya, @NYCMayor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pantai Mutiara dan Cengkareng Barat, Titik Penurunan Tanah Terparah di Jakarta
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Go Public! Changjo Teen Top dan Rapper Kasper Ungkap Hubungan Asmara
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ambisi Panas Trump di Kutub Utara: Incar Greenland, Denmark dan Warga Lokal Murka
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Cerita Mahasiswa dan Realitas Ekonomi Keluarga
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang Tuntut Kesejahteraan, Istana: Nanti Ada Penanganan Khusus
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.