Pertamina pastikan aset minyak di Venezuela tak terdampak serangan AS

antaranews.com
2 hari lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan bahwa aset minyak milik mereka di Venezuela tidak terdampak menyusul serangan Amerika Serikat ke negara tersebut.

PIEP menguasai 71,09 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset di Venezuela.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Sebagai langkah antisipasi, Dhaneswari menyatakan PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

Baca juga: Trump yakin aksi AS di Venezuela tak ganggu hubungannya dengan Xi

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja serta memastikan operasional tetap berjalan normal.

PIEP selama ini aktif mengakuisisi dan mengelola lapangan migas di berbagai negara untuk mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Hingga kini, Pertamina memiliki aset migas di 11 negara, antara lain Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela.

Situasi politik Venezuela semakin menjadi sorotan setelah Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat.

Serangan AS terhadap instalasi sipil dan militer juga menimbulkan ledakan besar di sejumlah negara bagian.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan sementara mengambil alih kendali Venezuela hingga transisi kekuasaan berlangsung.

Baca juga: Pertamina ekspansi ke Venezuela

Ia juga mengumumkan rencana investasi miliaran dolar oleh perusahaan minyak AS untuk memulihkan produksi minyak di negara Amerika Selatan tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menyerukan agar semua pihak mengedepankan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan hukum humaniter internasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tim SAR Evakuasi Satu Jenazah WN Spanyol dari Bangkai KM Putri Sakinah di Labuan Bajo
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Setelah 35 Tahun, Tak Ada Lagi Doraemon di Minggu Pagi
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Horor Tendangan Kungfu, Perseta Tulungagung bakal Polisikan Pemain Putra Jaya
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Alasan Polisi Belum Tahan Richard Lee Meski Sudah Jadi Tersangka
• 7 jam laludetik.com
thumb
Mensesneg sebut proyek "Waste to Energy" PSEL diluncurkan di 34 titik
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.