Pembunuh Anak Politisi PKS Ternyata Punya Profesi Mentereng, Ngaku Sembunyikan Harta Karun di Tempat Tak Terduga

grid.id
2 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pembunuh anak politisi PKS akhirnya ditangkap. Namun siapa sangka, HA yang mengaku sebagai pembunuh dan pencuri itu justru memiliki profesi mentereng di perusahaan terkemuka, serta menyimpan harta karun.

Setelah 3 pekan jadi buronan, pembunuh anak politikus PKS di Cilegon, Banten akhirnya dibekuk pihak berwajib. Pelaku merupakan seorang pria berinisial HA (30 warga Palembang, Sumatera Selatan.

Mengutip Kompas.com, HA ditangkap tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat (2/1/2026) tanpa perlawanan. Ia diciduk di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.

HA awalnya ditangkap kepolisian karena kepergok hendak mencuri di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri. Namun saat penyidikan, HA malah mengakui sendiri bahwa dirinya adalah pembunuh anak politisi PKS, MAHM (9).

"Ketika anggota kami melakukan penangkapan, setelah 45 menit diamankan di TKP, datang dari Resmob Polda dan Polres. Dalam pengembangan dan interogasi, pelaku mengakui bahwa dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS," kata Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid, dikutip Grid.ID dari Tribun Bogor, Senin (5/1/2026).

Setelah diusut, HA diketahui memiliki profesi mentereng. Ia merupakan karyawan di sebuah perusahaan kenamaan.

Fakta tersebut diungkap Anggota DPRD Banten Dede Rohana yang merupakan kerabat Roisyudin Sayuri. Menurut penjelasannya, HA tercatat sebagai seorang karyawan PT Chandra Asri Pacific Tbk.

Tempat kerja pria berusia 30 tahun itu merupakan perusahaan publik yang bergerak dalam bisnis usaha pengolahan dan manufaktur petrokimia. Saat mengetahui fakta tersebut, Dede terkejut sekaligus heran akan tabiat HA.

"Sepertinya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Soalnya dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri?" tanya Dede Rohana.

Sembunyikan Harta Karun

Dalam pengakuannya kepada polisi, HA mengatakan bahwa dirinya memiliki harta karun yang disembunyikan di suatu tempat. Harta karun yang dimaksud adalah barang-barang hasil curian yang ia gasak dari rumah para korban. Selama ini HA memang dikenal pencuri spesialis rumah mewah.

 

"Saya lihat dari pelaku ini, memang sasarannya kepada rumah yang mewah," imbuh Kompol Firman Hamid.

Saat ditangkap oleh penyidik, HA tampak pasrah. Pun saat diinterogasi soal lokasi ia menyimpan hasil curiannya, HA blak-blakan bercerita. Ternyata selama ini pelaku banyak menyembunyikan barang-barang curian.

"Bro, barang apa yang kamu umpetin di sini?" tanya penyidik.

"Jam," jawab HA.

"Terus?" tanya penyidik lagi.

"Emas," kata HA.

Terkait dengan lokasi ia menyimpan harta karunnya itu, HA mengurai rincian. Selama ini ia menyembunyikan barang curiannya itu di dekat TKP pembunuhan anak Politisi PKS.

"Kamu simpannya di mana?" tanya penyidik.

"Bawah pot," jawab HA.

Dan benar saja saat dicek oleh penyidik kepolisian, di dalam tanah di bawah pot lokasi TKP pembunuhan tersebut, tersembunyi beberapa barang seperti jam tangan, gelang, dan perhiasan emas.

Tak cuma itu, HA juga menceritakan kronologi dirinya menghabisi nyawa anak politisi PKS Maman Suherman. Pelaku bahkan mengungkap barang bukti yang ia pakai untuk masuk ke rumah korban.

 

Awalnya HA berniat melakukan aksi pencurian di rumah politisi Maman Suherman. Namun perampokan tersebut justru berubah menjadi aksi pembunuhan saat dipergoki oleh korban.

"Sudah ada beberapa barang bukti yang kami amankan, setelah dicek memang ada bersesuaian, terutama kepada kunci pas yang dibentuk sebagai obeng, untuk mencongkel jendela, masuknya lewat jendela belakang rumah politisi PKS," ujar Kompol Firman Hamid. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Juga Bakal Bongkar Tiang Monorel di Senayan, Kapan?
• 6 jam laludetik.com
thumb
IDAI Berikan Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit untuk Anak Selama Musim Hujan dan Tahun Ajaran Baru
• 23 jam lalupantau.com
thumb
2 Pengedar Narkoba Diringkus di Pulogadung Jaktim Saat Transaksi Sabu
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kejari Mataram Terapkan KUHP Baru pada Kasus Korupsi Pengadaan Mukena dan Sarung Rp1,7 Miliar
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Minim Penerangan Jalan, Warga Cisarenten, Bandung Keluhkan Keamanan
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.