BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi penuh dalam upaya penyelamatan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengembangan desain dan inovasi Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan komitmen tersebut saat meninjau Laboratorium Dinamika Pesisir dan Rekayasa Pantai (Lab-DPRP) di Kawasan Yogyakarta Mlati, Sleman. Laboratorium ini dinilai memiliki fasilitas strategis untuk mendukung riset dinamika gelombang laut hingga struktur pelindung pantai.
“Oleh karena itu, BRIN insya Allah siap untuk memberikan kontribusi dalam rangka untuk penyelamatan pantura Jawa yang memang sangat rentan terhadap berbagai problem terkait dengan rob, banjir, dan dan lain sebagainya,” tegas Arif, Senin (5/12).
Dalam kunjungannya, Arif memastikan bahwa fasilitas di Lab-DPRP, seperti alat simulasi gelombang, alat ukur hidrodinamika, dan peralatan survei lapangan, sangat mumpuni untuk rekayasa pantai (coastal engineering). Riset yang dihasilkan dari laboratorium ini diharapkan menjadi landasan ilmiah yang kuat bagi pembangunan infrastruktur pelindung pantai nasional.
Arif juga mengungkapkan bahwa sejumlah inovasi desain Giant Sea Wall telah disiapkan oleh para periset BRIN. Rencana strategis ini bahkan telah dikomunikasikan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurtri Yudhoyono (AHY), dan mendapatkan respons positif.
Selain fokus pada struktur fisik tanggul, BRIN juga mengembangkan pendekatan berbasis alam untuk menjaga ekosistem pesisir.
“Jadi banyak inovasi-inovasi tanggul, inovasi tentang nature-based solution, inovasi tentang bagaimana membangun kekuatan sumber energi-energi baru yang ada di laut yang saat ini sangat diperlukan,” pungkasnya. (Ant/Z-10)




