Perusahaan teknologi neurosains milik Elon Musk, Neuralink, mengumumkan akan memulai "produksi volume tinggi" (high-volume production) untuk perangkat antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) implan mereka di tahun ini.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Elon Musk melalui unggahan di platform media sosial miliknya, X, pada Rabu (31/12). Dalam cuitannya, Musk menegaskan proses penanaman chip tersebut akan beralih menggunakan prosedur bedah yang sepenuhnya otomatis.
Solusi untuk KelumpuhanMengutip Reuters, teknologi implan yang dikembangkan Neuralink dirancang khusus untuk membantu orang-orang dengan kondisi medis berat, seperti cedera tulang belakang.
Kemampuan chip ini telah dibuktikan oleh pasien pertama mereka. Hanya dengan menggunakan pikiran, pasien tersebut mampu bermain video game, menjelajah internet, memposting di media sosial, hingga menggerakkan kursor di laptop.
Perjalanan Neuralink sendiri dimulai memulai uji coba pada manusia di tahun 2024. Langkah ini dilakukan setelah mereka berhasil mengatasi kekhawatiran terkait aspek keamanan yang diajukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) yang sempat menolak izin mereka untuk uji coba klinis pada tahun 2022.
Adapun hingga September 2025 lalu, Neuralink melaporkan pencapaian signifikan. Sebanyak 12 orang di seluruh dunia yang mengalami kelumpuhan parah telah menerima implan otak tersebut. Mereka kini menggunakan perangkat itu untuk mengendalikan alat digital maupun fisik.
Dari sisi finansial, posisi Neuralink juga semakin kuat. Pada putaran pendanaan bulan Juni lalu, perusahaan ini berhasil mengamankan dana segar senilai sekitar Rp 10,8 triliun.





