Kantor Staf Kepresidenan (KSP) turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh. Langkah ini dilakukan untuk menyalurkan bantuan logistik dan peralatan khusus guna mempercepat pemulihan wilayah pascabanjir.
Salah satu bantuan krusial yang diserahkan adalah unit pompa air portabel berdaya sembur tinggi. Peralatan ini dinilai sangat mendesak mengingat kendala utama proses pemulihan saat ini adalah endapan lumpur tebal yang mulai mengeras di permukiman warga dan fasilitas umum.
Tenaga Ahli Utama KSP, Iwan Eka, menjelaskan bahwa pembersihan lumpur sisa banjir sulit dilakukan jika hanya mengandalkan tenaga manual. Oleh karena itu, KSP membawa solusi teknis berupa mesin pompa apung portabel.
"Pompa apung ini adalah pompa portabel untuk membersihkan lumpur dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Kurang lebih daya semburnya mencapai 30 meter, sehingga mampu mendorong lumpur yang ada di permukiman," ujar Iwan Eka di lokasi.
Baca:
Bertambah, Korban Tewas Bencana Aceh dan Sumatra Mencapai 1.178 Jiwa
Bantuan mesin pompa ini didistribusikan di tiga titik wilayah terdampak parah. Kehadirannya diharapkan efektif mempercepat pembersihan lingkungan sehingga aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
Selain peralatan teknis, keluarga besar KSP juga menyalurkan paket bantuan kemanusiaan lainnya. Bantuan tersebut meliputi peralatan kebersihan, pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, hingga makanan siap saji.
Tak luput dari perhatian, KSP juga membagikan mainan anak-anak sebagai bentuk dukungan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana.
"Kehadiran kami untuk memastikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat dapat segera disalurkan, sehingga proses pemulihan pascabanjir bisa berjalan lebih cepat," pungkas Iwan.




