REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi tahunan pada 2025 sebesar 2,92 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi pada tahun sebelumnya yang tercatat 1,57 persen. Komoditas emas menjadi penyumbang inflasi terbesar pada 2025.
“Inflasi pada Desember 2025 lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi Desember pada periode 2021 hingga 2024, kecuali tahun 2022,” ujar Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Harga Emas Masih Stabil, Cek Daftar Lengkapnya
- Harga Emas Dunia Diperkirakan Melonjak Imbas Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS
- Harga Emas Antam Kembali Stabil pada Ahad
Pudji menyebutkan, secara umum selama Januari—Desember 2025, komoditas dari komponen harga bergejolak dan komponen inti lebih sering muncul sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan.
“Emas perhiasan memberikan andil inflasi tahunan terbesar pada 2025. Komoditas ini menjadi penyumbang utama inflasi bulanan sebanyak 11 kali sepanjang 2025,” ungkapnya.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Komoditas emas perhiasan tercatat memiliki andil inflasi sebesar 0,79 persen pada 2025. Disusul cabai merah dengan andil inflasi 0,18 persen dan menjadi penyumbang inflasi bulanan sebanyak lima kali sepanjang 2025. Selanjutnya, ikan segar memiliki andil inflasi 0,15 persen dengan frekuensi muncul sebagai penyumbang inflasi bulanan sebanyak delapan kali pada 2025.
Cabai rawit berada di posisi keempat dengan andil inflasi sebesar 0,15 persen dan frekuensi muncul sebagai penyumbang inflasi bulanan sebanyak lima kali sepanjang 2025. Adapun beras menempati posisi kelima dengan andil inflasi 0,15 persen dan frekuensi kemunculan delapan kali.
Sebagai informasi, harga emas mencatat tren peningkatan. Sepanjang 2025, komoditas yang dikenal sebagai aset aman tersebut mengalami kenaikan sekitar 70 persen. Saat ini, harga emas dunia berada di level 4.364 dolar AS per troy ons, sementara harga logam mulia domestik sekitar Rp 2,515 juta per gram.



