JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta agar pintu masuk ke Jakarta diperketat untuk mencegah penyebaran virus Super Flu.
Caranya dengan memantau setiap orang yang baru pulang liburan dari luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta).
Meski kasus Super Flu belum ditemukan di Jakarta, namun Rano tetap meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan.
BACA JUGA:Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Natalius Pigai Singgung Krisis Venezuela
"Penyakit seperti ini kan sifatnya penyakit pendatang. Nanti kalau saudara-saudara kita pulang liburan dari luar negeri, saat tiba di bandara harus ada pemantauan," kata Rano di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Senin, 5 Desember 2025.
Bang Doel sapaan akrabnya mengajak agar masyarakat Jakarta tetap mawas diri terhadap virus Super Flu.
Caranya dengan meningkatkan pola hidup sehat sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes).
"Tadi saya juga menanyakan soal super flu yang sedang dikhawatirkan. Informasinya belum masuk ke Jakarta, namun tetap kita harus waspada," pungkas Rano.
Sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menegaskan hingga kini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayah Ibu Kota.
BACA JUGA:Dakwaan Mengejutkan, Nadiem Makarim Diduga Raup Rp 809,5 Miliar dari Proyek Laptop Chromebook
Meski begitu Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati meminta masyarakat tetap waspada mengingat tingginya mobilitas pendudukan ditambah saat ini sudah measuki musim penghujan.
"Saat ini masih belum ditemukan kasus SuperFlu di Provinsi DKI Jakarta," kata Ani.
Ani memaparkan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, super flu sudah menyebar di delapan provinsi di Indonesia sejak 25 Agustus 2025.
Delapan provinsi yang ditemukan kasus super flu tersebut yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Untuk mengantisipasi super flu masuk ke Jakarta, Dinkes aktif menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas tiap kota dan 1 Rumah Sakit (RS).
BACA JUGA:Patroli PJR Ungkap Fortuner di Tol Jagorawi Angkut Sabu dan Solar Subsidi Ratusan Liter
"Untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta," jelasnya.
Fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga sambung Ani telah diinformasikan mengenai kewaspadaan penyebaran super flu dan mengenali gejala serta tanda penyakit.
- 1
- 2
- »




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5463770/original/031645800_1767670851-WhatsApp_Image_2026-01-05_at_22.31.08.jpeg)