Jakarta (ANTARA) - Prajurit TNI AD dari Satgas Gulbencal Yonif 115/Macan Leuser pada Minggu (4/1) membersihkan sekolah di wilayah Aceh Tamiang yang dipenuhi lumpur karena diterpa banjir bandang.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan upaya ini dilakukan dalam rangka memulihkan fasilitas umum yang rusak akibat bencana.
"Upaya ini dilakukan agar sekolah bisa digunakan dan aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali berjalan," kata Donny saat dikonfirmasi.
Dia melanjutkan, ratusan personel TNI AD itu melakukan pembersihan di SD Negeri 04 Kuala Simpang.
Donny menjelaskan, pembersihan bagian ruangan dan halaman sekolah dilakukan secara manual menggunakan alat-alat sederhana seperti sekop, cangkul, dan sapu.
Guna mempercepat pembersihan sekolah dari endapan lumpur yang tebal, TNI AD juga mengerahkan alat berat untuk mengeruk lumpur di bagian halaman sekolah.
"Selain ruang kelas dan halaman sekolah, prajurit juga membersihkan atap bangunan dari tumpukan ranting dan kayu yang terbawa arus banjir. Ini dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali aman dan layak digunakan," kata Donny.
Donny melanjutkan, proses pembersihan sekolah ini tidak hanya melibatkan personel TNI saja melainkan juga masyarakat sekitar dan pihak sekolah.
Dengan adanya bantuan ini, Donny berharap para siswa dan guru dalam waktu dekat dapat kembali menggunakan sekolah tersebut untuk melakoni kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti sedia kala.
"Kehadiran prajurit diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas dan sarana vital pendidikan, sehingga siswa dapat segera kembali belajar dengan aman dan nyaman demi menggapai cita-cita mereka di masa depan," tutup Donny.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan upaya ini dilakukan dalam rangka memulihkan fasilitas umum yang rusak akibat bencana.
"Upaya ini dilakukan agar sekolah bisa digunakan dan aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali berjalan," kata Donny saat dikonfirmasi.
Dia melanjutkan, ratusan personel TNI AD itu melakukan pembersihan di SD Negeri 04 Kuala Simpang.
Donny menjelaskan, pembersihan bagian ruangan dan halaman sekolah dilakukan secara manual menggunakan alat-alat sederhana seperti sekop, cangkul, dan sapu.
Guna mempercepat pembersihan sekolah dari endapan lumpur yang tebal, TNI AD juga mengerahkan alat berat untuk mengeruk lumpur di bagian halaman sekolah.
"Selain ruang kelas dan halaman sekolah, prajurit juga membersihkan atap bangunan dari tumpukan ranting dan kayu yang terbawa arus banjir. Ini dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali aman dan layak digunakan," kata Donny.
Donny melanjutkan, proses pembersihan sekolah ini tidak hanya melibatkan personel TNI saja melainkan juga masyarakat sekitar dan pihak sekolah.
Dengan adanya bantuan ini, Donny berharap para siswa dan guru dalam waktu dekat dapat kembali menggunakan sekolah tersebut untuk melakoni kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti sedia kala.
"Kehadiran prajurit diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas dan sarana vital pendidikan, sehingga siswa dapat segera kembali belajar dengan aman dan nyaman demi menggapai cita-cita mereka di masa depan," tutup Donny.




