Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan total produksi sementara beras nasional sepanjang 2025 mencapai 34,71 juta ton atau naik 13,36 persen dibanding 2024. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan kenaikan itu sejalan dengan bertambahnya produksi padi yang dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk.
“Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi pada November 2025 diperkirakan setara dengan 1,85 juta ton beras, atau mengalami kenaikan sebanyak 0,05 juta ton beras (2,83 persen) dibandingkan November 2024 yang sebanyak 1,80 juta ton beras,” ujar Pudji dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin (5/1).
Selain capaian November, BPS juga memaparkan potensi produksi beras pada bulan-bulan berikutnya. Pada Desember 2025 produksi beras diperkirakan mencapai 1,45 juta ton, sementara pada Januari hingga Februari 2026 diproyeksikan sebesar 4,78 juta ton beras. Proyeksi ini mencerminkan masih berlanjutnya aktivitas panen di sejumlah sentra produksi padi nasional.
Dengan mempertimbangkan realisasi sementara dan potensi produksi pada akhir tahun, BPS memperkirakan total produksi beras sepanjang 2025 akan meningkat signifikan.
“Dengan demikian, total produksi beras sementara pada bulan Januari-Desember 2025 diperkirakan sekitar 34,71 juta ton beras atau mengalami peningkatan sebanyak 4,09 juta ton beras (13,36 persen) dibandingkan produksi beras pada bulan Januari-Desember 2024 yang sebanyak 30,62 juta ton beras,” ungkap Pudji
Sementara itu, produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,2 juta ton gabah kering giling (GKG). Selanjutnya, BPS juga memproyeksikan potensi produksi padi pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 mencapai 10,81 juta ton GKG, melonjak 32,58 persen dibandingkan Desember 2024-Februari 2025. Dengan perkembangan tersebut, potensi produksi padi sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,25 juta ton GKG atau meningkat 13,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, BPS menegaskan bahwa angka produksi tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti kondisi lapangan. Faktor seperti serangan hama organisme pengganggu tanaman (OPT), banjir, kekeringan, hingga realisasi waktu panen petani menjadi penentu utama capaian akhir produksi.
Dari sisi luas panen, pada November 2025 tercatat mencapai 0,57 juta hektare atau naik 3,56 persen dibandingkan November 2024. Potensi luas panen pada Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan mencapai 2 juta hektare, meningkat 30,7 persen secara tahunan. Secara kumulatif, potensi luas panen padi sepanjang 2025 diproyeksikan mencapai 11,33 juta hektare atau naik 12,80 persen dibandingkan 2024.
Harga Beras Naik pada Desember 2025Di tengah proyeksi produksi yang meningkat, BPS mencatat pergerakan harga beras di penggilingan masih mengalami kenaikan. Pada Desember 2025, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan tercatat Rp 13.905 per kg, naik 2,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Harga beras kualitas medium tercatat Rp 13.284 per kg atau naik 0,67 persen, beras kualitas submedium Rp 13.188 per kg atau naik 0,35 persen, dan beras kualitas pecah rata-rata Rp13.583 per kg atau meningkat 1,45 persen.
“Transaksi penjualan beras di penggilingan di 33 provinsi selama Desember 2025, tercatat transaksi beras kualitas premium 33,73 persen, kualitas medium 55,26 persen, kualitas submedium 9,76 persen, dan kualitas pecah 1,25 persen,” ungkap Pudji.
Lebih lanjut, Pudji mengungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Desember 2025 sebesar 125,35. Angka ini naik 1,05 persen dibandingkan dengan November 2025.
“Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 38 provinsi di Indonesia pada Desember 2025, NTP secara nasional naik 1,05 persen dibandingkan NTP November 2025, yaitu dari 124,05 menjadi 125,35," tutur Pudji.
Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) pada Desember 2025 sebesar 157,94 atau naik 2,08 persen dibandingkan November 2025, lebih tinggi dari peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Desember 2025 sebesar 126 atau naik 1,02 persen dibandingkan November 2025.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F06%2F10%2F5b60db1c171578b8c4f4956c0f6adc83-IMG_2613.jpeg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F20%2F2600112a193b8869a007f46fe431b321-antarafoto_kpk_tahan_bupati_bekasi_1766206457.jpg)
