Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsisten mempertahankan tren naik bahkan berhasil menembus level tertinggi baru. IHSG menguat 1,27 persen atau 111,06 poin ke level 8.859,19 pada penutupan perdagangan sore hari ini, Senin, 5 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG cenderung berada di zona hijau di kisaran area 8.723 hingga menyentuh level 8.859. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 29,15 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 4,01 juta.
"IHSG ditutup menguat di level 8,859.19 pada perdagangan Senin yang merupakan level tertinggi baru," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya, Senin, 5 Januari 2026.
Sektor teknologi menjadi satu-satunya yang mengalami koreksi sebesar 0,07 persen.
- VIVA/M Ali Wafa
Sementara itu, sektor bahan baku membukukan kenaikan paling tinggi sebesar 2,82 persen. Penguatan relatif tinggi juga dicatatkan sektor energi sebesar 2,31 persen dan sektor transportasi sebesar 2,02 persen.
Tim Analis melihat serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela ternyata tidak berdampak signifikan ke pasar modal. Kondisi ini justru mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam sekaligus menjadi penopang lonjakan sektor bahan baku.
"Secara teknikal, indikator MACD membentuk Golden Cross seiring dengan penguatan Stochastic RSI di area pivot. Hal ini juga ditopang oleh kenaikan volume beli," lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyoroti tiga emiten saham sukses membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) sebagai berikut:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI mempertahankan posisi pertama di jajaran LQ45 sejak sesi pertama. Emiten saham yang dikendalikan Bakrie Grup melambung sebesar 10,48 persen atau 44 poin menjadi 464.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Saham MDKA meningkat sebesar 6,44 persen atau 160 poin dan ditutup pada level 2.480.
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
Saham HEAL naik sebesar 6,16 persen atau 86 poin ke area 1.465.




