Grid.ID- Berbeda dari yang lainnya, 6 negara ini ternyata tak merayakan tahun baru pada 1 Januari. Begini alasannya.
Pergantian tahun identik dengan perayaan pada 1 Januari di berbagai belahan dunia. Namun, tidak semua negara menyambut Tahun Baru pada tanggal tersebut karena perbedaan tradisi, budaya, dan sistem kalender yang digunakan.
Perbedaan inilah yang membuat perayaan Tahun Baru di beberapa wilayah jatuh pada tanggal yang berbeda dan memiliki makna tersendiri. Berikut ini ada 5 negara yang tak rayakan tahun baru pada 1 Januari, dilansir dari Serambinews.com.
1. Thailand
Masyarakat Thailand biasanya merayakan pergantian tahun melalui Festival Songkran yang digelar setiap 13–15 April. Songkran merupakan tradisi ikonik yang memiliki nilai budaya dan spiritual kuat serta biasanya dilakukan dengan menyiramkan air di tempat umum.
Air biasanya dipercaya sebagai simbol pembersihan diri dari kesialan dan energi buruk tahun sebelumnya. Selama Songkran berlangsung, berbagai kota di Thailand berubah menjadi arena perang air yang meriah dan penuh sukacita.
2. China
China juga tidak merayakan Tahun Baru pada 1 Januari karena menggunakan kalender lunar tradisional, bukan kalender Gregorian. Sebagai gantinya, masyarakat merayakan Tahun Baru China atau Imlek yang kaya akan filosofi dan nilai budaya.
Imlek biasanya jatuh antara akhir Januari hingga Februari atau awal Maret, tergantung perhitungan kalender lunar, dan berlangsung selama 15 hari. Perayaan ini menandai datangnya musim semi yang melambangkan awal kehidupan baru.
3. Iran
Iran tidak merayakan Tahun Baru pada 1 Januari karena mereka menggunakan kalender Persia yang berbeda dari kalender Gregorian. Tahun Baru di negara ini dikenal sebagai Nowruz, yang berarti “hari baru”.
Nowruz telah dirayakan selama lebih dari 3.000 tahun dan bertepatan dengan ekuinoks musim semi yang disebut mencerminkan keseimbangan alam serta awal siklus kehidupan baru. Terdapat beberapa tradisi dalam perayaan ini.
Salah satunya adalah penyusunan meja haft-seen yang berisi tujuh benda bermakna filosofis. Selain itu, masyarakat Iran juga melakukan tradisi bersih-bersih rumah sebagai simbol menghilangkan energi negatif dan menyambut awal yang lebih baik.
4. Ethiopia
Ethiopia tak merayakan tahun baru 1 Januari karena mereka menggunakan kalender Koptik yang menjadikan perhitungan tahun di negara ini terpaut sekitar tujuh hingga delapan tahun dari kalender internasional. Melansir dari Kompas.com, Tahun Baru Ethiopia disebut Enkutatash dan dirayakan pada 11 atau 12 September.
Perayaan ini bertepatan dengan berakhirnya musim hujan dan dimulainya musim semi serta biasanya memulai hari dengan ibadah keagamaan, dilanjutkan dengan musik, tarian tradisional, dan perayaan keluarga. Enkutatash menjadi waktu untuk bersyukur atas hasil panen dan menatap masa depan dengan optimisme.
5. Vietnam
Vietnam menggunakan kelander lunar dan tahun baru di sana dikenal sebagai Tết, yang merupakan hari raya terpenting dalam budaya setempat. Tết bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momen penghormatan kepada leluhur dan refleksi spiritual.
Menjelang perayaan, rumah-rumah dibersihkan untuk mengusir energi negatif. Selain itu, perayaan ini jadi waktu berkumpul dan mempererat hubungan sosial dan biasanya masyarakat menyiapkan hidangan khas seperti bánh chưng yang sarat makna simbolis. (*)
Artikel Asli
